Zverev Juara Roland Garros 2026, Tapi Kontroversi Tak Kunjung Padam
Plat Merah – Alexander Zverev akhirnya meraih gelar Grand Slam pertamanya setelah mengalahkan Flavio Cobolli di final Roland Garros 2026. Kemenangan ini menjadi sejarah bagi Jerman yang menanti gelar di Paris selama 88 tahun. Namun, di balik euforia, kritik pedas datang dari mantan petenis Prancis, Alizé Cornet, yang menyoroti masa lalu Zverev terkait tuduhan kekerasan dalam rumah tangga.
Zverev, yang kini menduduki peringkat kedua dalam ATP Race to Turin dengan 5.040 poin, hanya tertinggal dari Jannik Sinner (5.950 poin). Kemenangan di Roland Garros membawanya naik signifikan, menggeser Carlos Alcaraz yang cedera ke posisi ketiga. Sementara itu, Flavio Cobolli, meski kalah, naik ke peringkat keempat dengan 2.620 poin, mengancam posisi para pesaing di klasemen akhir musim.
Di sisi lain, TNT Sports yang menyiarkan turnamen ini mendapat pujian karena menayangkan montase penutup yang memukau. Montase tersebut merangkum momen-momen terbaik selama dua pekan, termasuk perjalanan Zverev menuju gelar. Adam Lefkoe, host studio TNT Sports, menyebut montase itu sebagai ‘seni yang hilang’ dalam produksi olahraga televisi. Menurut data, jumlah penonton delapan hari pertama naik 25% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertandingan Coco Gauff vs Anastasia Potapova menjadi yang paling banyak ditonton (1 juta pemirsa).
Namun, kebahagiaan Zverev terusik oleh kritik Alizé Cornet. Melalui Instagram, Cornet membagikan artikel berjudul ‘The Zverev Roland Garros title: impossible to rejoice over the victory of a player accused of domestic violence’. Zverev sebelumnya pernah dituduh melakukan kekerasan oleh mantan pacarnya, Olga Sharypova dan Brenda Patea. Kasus dengan Patea diselesaikan di luar pengadilan dengan pembayaran 200 ribu euro. Cornet juga sebelumnya mengkritik pernyataan Zverev yang meremehkan kecerdasan atlet, yang dianggapnya tidak pantas.
Dalam ATP Race terkini, persaingan menuju ATP Finals di Turin semakin ketat. Selain Zverev dan Cobolli, nama Jakub Mensik (1.855 poin) dan Arthur Fils (1.890 poin) juga mengancam posisi delapan besar. Ben Shelton (1.680 poin) harus waspada karena Felix Auger-Aliassime (1.675 poin) dan Casper Ruud (1.665 poin) hanya tertinggal tipis. Novak Djokovic (1.510 poin) juga masih berpeluang jika konsisten di sisa musim.
Zverev kini fokus pada persiapan musim rumput, termasuk Wimbledon, di mana ia berharap bisa mempertahankan performa terbaiknya. Namun, bayang-bayang kontroversi tampaknya akan terus mengikutinya, setidaknya hingga ia bisa membuktikan diri di luar lapangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











