Liam Millar dan Kanada Incar Kemenangan Perdana Piala Dunia Usai Raih Satu Poin
Plat Merah – Timnas Kanada berhasil mengukir sejarah dengan meraih poin perdana mereka di Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina di Toronto Stadium, Jumat (12/6) lalu. Gelandang serang Liam Millar menjadi salah satu pemain kunci yang tampil penuh selama 90 menit, membantu timnya bangkit dari ketertinggalan. Kini, Kanada bersiap menghadapi Qatar di Vancouver pada Kamis (18/6) dengan target ambisius: meraih kemenangan pertama mereka di turnamen sepak bola terbesar dunia.
“Mendapatkan satu poin di laga pertama adalah sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Kami akan mengambil sisi positif dari pertandingan ini dan mencoba tampil lebih baik di laga berikutnya,” ujar Liam Millar usai pertandingan. Pemain berusia 25 tahun itu menjadi bagian penting dari skema pelatih Jesse Marsch, terutama dalam transisi serangan cepat.
Dalam laga kontra Bosnia, Kanada mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sembilan peluang sudut di babak pertama, namun justru kebobolan lebih dulu melalui sundulan Jovo Lukic memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-21. Meski tertinggal, semangat juang anak asuh Marsch tidak pudar. Liam Millar terus menggerogoti pertahanan lawan dari sisi sayap, menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Usaha keras Kanada akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-78 ketika Cyle Larin menyambar umpan silang untuk menyamakan kedudukan. Gol tersebut disambut gegap gempita 43.002 penonton yang memadati Toronto Stadium. “Kami tahu kami memiliki kualitas untuk mencetak gol. Kami hanya perlu sedikit kesabaran,” tambah Liam Millar, yang pergerakannya menjadi momok bagi lini belakang Bosnia.
Kini perhatian beralih ke laga kedua melawan Qatar di Vancouver. Pelatih Jesse Marsch dihadapkan pada beberapa evaluasi, terutama soal efektivitas tendangan sudut dan penyelesaian akhir. Kanada unggul 9-1 dalam jumlah sepak pojok pada babak pertama, namun justru kebobolan dari situasi serupa. “Kami perlu lebih klinis di depan gawang dan memanfaatkan setiap peluang,” kata Liam Millar menegaskan.
Qatar sendiri datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menahan imbang Swiss 1-1 di laga pembuka Grup B. Hasil itu membuat persaingan grup semakin ketat. Kanada, yang sebelumnya hanya memiliki rekor satu imbang dan enam kekalahan di Piala Dunia, bertekad memutus tren negatif tersebut di hadapan lebih dari 52.000 pendukung di BC Place.
Menariknya, performa apik Kanada di laga pertama juga menunjukkan perkembangan pesat sepak bola negeri maple tersebut. Mantan pemain Timnas Prancis Thierry Henry, yang kini menjadi komentator, mengingatkan bahwa Kanada tidak bisa lagi dianggap sebagai tim kecil setelah mencapai semifinal Copa America 2024. “Kalian ingin menjadi tim besar? Sekarang kalian adalah tim besar. Harus bicara dan berjalan sesuai itu,” ujar Henry.
Liam Millar dan rekan-rekannya pun siap menjawab tantangan. Dengan dukungan penuh publik Vancouver, mereka optimistis bisa meraih tiga poin perdana dan menjaga asa lolos ke babak selanjutnya. “Kami akan bekerja keras dan memberikan segalanya. Ini adalah momen bersejarah bagi sepak bola Kanada,” pungkas Liam Millar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










