Cunha Bersinar di Lini Depan Brasil, Casemiro Dikritik Tajam Usai Imbang Lawan Maroko

Cunha Bersinar di Lini Depan Brasil, Casemiro Dikritik Tajam Usai Imbang Lawan Maroko

Plat Merah – Pertandingan pembuka Brasil di Piala Dunia 2026 melawan Maroko yang berakhir imbang 1-1 pada Sabtu malam (13/6) di New Jersey menyisakan banyak cerita. Di tengah performa buruk sang kapten Casemiro yang ditarik keluar saat jeda, nama Matheus Cunha justru mencuri perhatian setelah tampil apik sebagai pemain pengganti.

Cunha, yang masuk di babak kedua, berhasil memberikan energi baru bagi lini depan Brasil. Meski tidak mencetak gol, pergerakan dan visinya dalam membangun serangan membuat pertahanan Maroko kerepotan. Media Brasil memberikan nilai positif untuk penampilan singkatnya, berbeda dengan Casemiro yang mendapat rating 4,5/10 dari Ge Globo dan hanya 2,4/10 dari suporter.

Pelatih Carlo Ancelotti mengakui bahwa timnya tampil buruk di 30 menit pertama. “Kami kehilangan kendali di lini tengah, terutama saat Casemiro kesulitan mengimbangi kecepatan Ayyoub Bouaddi. Tapi kehadiran Cunha di babak kedua membantu kami lebih tenang dalam menguasai bola,” ujar Ancelotti dalam konferensi pers usai laga.

Keputusan Ancelotti untuk hanya membawa lima gelandang dalam skuad dan tidak memiliki bek kanan spesialis mulai dipertanyakan. Roger Ibanez yang ditempatkan sebagai bek kanan kesulitan menghadapi Noussair Mazraoui dan Bilal El Khannouss. Namun, Cunha yang beroperasi di sisi kiri serangan justru menjadi ancaman konstan.

Menurut analis sepak bola Brasil, performa Cunha ini bisa menjadi modal berharga bagi Ancelotti untuk pertandingan melawan Haiti pada Jumat mendatang. “Cunha menunjukkan bahwa ia layak mendapat tempat di starting eleven. Kecepatan dan kreativitasnya bisa menjadi solusi atas kebuntuan lini tengah Brasil,” tulis jurnalis olahraga Veja.

Meski hasil imbang ini mengecewakan, Brasil masih memiliki dua pertandingan di fase grup. Ancelotti harus segera memperbaiki lini tengah yang menjadi titik lemah. Sementara itu, Cunha diprediksi akan mendapatkan menit bermain lebih banyak setelah penampilannya yang impresif.

Di sisi lain, Maroko kembali membuktikan diri sebagai tim yang disiplin dan berbahaya. Gol cepat Ismael Saibari pada menit ke-21 membuat Brasil goyah. Namun, aksi individu Vinicius Junior yang menyamakan kedudukan menjadi penyelamat bagi tim Samba.

Pertandingan ini juga menjadi sorotan karena Brasil tidak bisa tampil maksimal tanpa kehadiran Neymar yang cedera. Namun, kehadiran Cunha memberikan secercah harapan bagi masa depan serangan Brasil. Jika terus konsisten, bukan tidak mungkin ia akan menjadi andalan di turnamen besar ini.

Kesimpulannya, meskipun Casemiro menuai kritik tajam, munculnya Cunha sebagai pemain pengganti yang brilian menjadi titik terang bagi Brasil. Ancelotti kini memiliki dilema untuk memilih antara pengalaman Casemiro atau ketajaman Cunha di laga selanjutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup