Pramono Anung Wajibkan Bir Pletok dan Dodol untuk Tamu Balai Kota
PlatMerah.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kini menjadikan bir pletok dan dodol sebagai suguhan wajib bagi tamu yang datang ke Balai Kota. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Betawi dalam aktivitas pemerintahan sehari-hari.
Pramono menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (18/1). Menurutnya, nuansa Betawi kini tidak hanya tampil dalam acara pemerintahan, tetapi juga dalam prosesi pelantikan pejabat.
Kebijakan Pelantikan dan Suguhan Khas Betawi
Pramono mengungkapkan bahwa dirinya mewajibkan pelantikan pejabat di lingkungan Balai Kota dilakukan setiap hari Rabu dengan mengenakan pakaian adat Betawi. “Semuanya harus pakai kebaya encim, pakai apa yang serong-serong tadi, ujung serong sampai lupa,” ujarnya.
Selain itu, dodol dan bir pletok yang sebelumnya tidak pernah tersedia kini menjadi jamuan wajib. “Dan seluruh kegiatan di Balai Kota yang dulu enggak pernah ada yang namanya dodol… Sekarang dodol itu disajikan bahkan bir pletok menjadi minuman wajib bagi siapa pun yang datang ke Balai Kota,” kata Pramono.
Komitmen Melestarikan Budaya Betawi
Langkah ini merupakan wujud komitmen Pramono dalam memenuhi janji melestarikan budaya Betawi selama memimpin Jakarta. Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya Betawi tidak cukup hanya melalui simbol seperti ondel-ondel atau palang pintu, tetapi juga harus diwariskan kepada generasi mendatang.
“Urusan yang paling mendasar adalah menjawab pertanyaan Kiai Lutfi untuk anak-anak kita di masa depan,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













