Prancis Hajar Norwegia 4-1 di Foxborough, Sementara Hubungan dengan Burkina Faso Putus

Prancis Hajar Norwegia 4-1 di Foxborough, Sementara Hubungan dengan Burkina Faso Putus

Plat Merah – Prancis menunjukkan tajinya sebagai salah satu favorit juara Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Norwegia di Gillette Stadium, Foxborough, Jumat (26/6). Ousmane Dembele menjadi bintang lapangan dengan mencetak tiga gol, sementara Kylian Mbappe turut menyumbang satu gol. Meski Norwegia sudah dipastikan lolos ke babak 32 besar, keputusan pelatih Stale Solbakken untuk mengistirahatkan sebagian besar pemain inti, termasuk Erling Haaland dan Martin Odegaard, mengurangi daya tarik laga yang semula dinanti sebagai duel kelas dunia.

Pertandingan ini merupakan penutup fase grup di Foxborough, yang sebelumnya juga menyajikan laga-laga lain seperti Inggris vs Ghana (0-0) yang membosankan, Skotlandia vs Haiti (1-0) yang ramai, dan Maroko vs Skotlandia (1-0) dengan atmosfer meriah. Namun, laga Prancis vs Norwegia menjadi puncak karena kualitas permainan dan jumlah penonton yang mencapai 64.146 orang. Tiket di pasar sekunder bahkan sempat mencapai USD 2.000, meski beberapa penggemar beruntung mendapatkannya melalui undian seharga USD 340.

Sementara itu, di luar lapangan, Prancis juga menghadapi tantangan diplomatik. Burkina Faso, negara bekas jajahan Prancis di Afrika Barat, secara sepihak memutuskan hubungan diplomatik dengan Prancis pada Jumat (26/6). Pemerintah militer Burkina Faso menuduh Prancis memiliki ambisi neo-kolonial dan mendukung jaringan subversif serta teroris. Tuduhan tersebut tidak disertai bukti, namun Kementerian Luar Negeri Prancis menyayangkan keputusan ini dan menganggapnya sebagai langkah yang bermasalah.

Hubungan Prancis dengan Burkina Faso telah memburuk sejak kudeta militer tahun 2022. Prancis sebelumnya merupakan mitra keamanan utama Burkina Faso dalam memerangi kelompok ekstremis yang terkait dengan al-Qaida dan ISIS. Namun, sentimen anti-Prancis meningkat di kawasan Sahel, mendorong beberapa negara seperti Mali dan Niger juga menjauh dari Prancis.

Di sisi lain, Prancis juga dilanda gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa Barat. Suhu di Jerman mencapai rekor 41,3 derajat Celcius di dekat perbatasan Prancis, sementara Prancis sendiri melaporkan puluhan kematian akibat panas. Gelombang panas ini mengganggu perjalanan kereta api, produksi listrik, dan memicu larangan alkohol di beberapa daerah. Namun, di Irlandia, cuaca justru lebih sejuk dengan suhu maksimal 22 derajat.

Kembali ke Piala Dunia, Prancis lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup. Sementara itu, tuan rumah Amerika Serikat juga memastikan tempat, meski kalah 2-3 dari Turki, namun tetap menjadi pemuncak grup. Kanada juga lolos sebagai runner-up setelah kalah 1-2 dari Swiss. Babak 32 besar akan dimulai pekan depan dengan beberapa pertandingan menarik sudah dikonfirmasi.

Kesimpulannya, Prancis menunjukkan performa gemilang di lapangan hijau meski harus menghadapi berbagai tantangan di luar, mulai dari hubungan diplomatik yang memburuk hingga bencana alam. Kemenangan atas Norwegia menjadi modal berharga untuk melaju lebih jauh di turnamen.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup