Malapetaka Muslera: Kiper Legendaris Uruguay Jadi Biang Keloid Tersingkirnya La Celeste dari Piala Dunia 2026
Plat Merah – Piala Dunia 2026 menjadi saksi bisu kehancuran salah satu kiper paling berpengalaman di dunia. Fernando Muslera, penjaga gawang berusia 40 tahun yang sempat pensiun dari tim nasional, justru menjadi tokoh sentral dalam kegagalan Uruguay melaju ke babak knockout. Kesalahan demi kesalahan yang dibuatnya sepanjang turnamen membuat Uruguay harus pulang lebih awal tanpa satu kemenangan pun.
Kisah kelam Muslera dimulai sejak laga pertama kontra Arab Saudi. Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1, ia gagal mengamankan bola yang seharusnya mudah ditangkap, sehingga memberikan gol bagi lawan. Bukan berhenti di situ, pada laga kedua melawan Cape Verde, Muslera kembali melakukan blunder kritis dengan terburu-buru keluar dari garis gawang, yang berujung pada gol penyama kedudukan di menit akhir. Dua hasil imbang itu membuat Uruguay hanya mengoleksi dua poin, jauh dari harapan.
Puncak bencana terjadi pada laga penentuan melawan Spanyol, Jumat (26/6/2026) di Guadalajara. Saat pertandingan masih imbang 0-0, Alex Baena melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti yang seharusnya masih bisa diantisipasi. Namun, Muslera justru gagal menepis bola dengan sempurna; bola memantul dari tangannya dan masuk ke gawang sendiri. Gol tunggal itu menjadi penentu kemenangan Spanyol sekaligus mengubur mimpi Uruguay untuk lolos ke babak 16 besar.
Pelatih Marcelo Bielsa, yang kecewa berat, menarik Muslera keluar saat jeda babak pertama. Ini adalah kali ketiga dalam turnamen kiper veteran itu melakukan kesalahan fatal. “Ini adalah kegagalan terbesar dalam karier saya sebagai pelatih,” ujar Bielsa dalam konferensi pers usai laga. Ia kemudian mengumumkan pengunduran dirinya, menyalahkan dirinya sendiri atas hasil buruk tim.
Kekalahan ini membuat Uruguay menjadi tim peringkat tertinggi (ke-19 FIFA) yang tersingkir dari Piala Dunia 2026. Para pemain terlihat menangis di lapangan, sementara suporter melontarkan ejekan saat tim meninggalkan stadion. Lebih memalukan lagi, skuad Uruguay dilaporkan harus pulang dengan penerbangan komersial setelah hak istimewa jet pribadi mereka dicabut oleh federasi sebagai bentuk sanksi atas performa buruk.
Darwin Nunez, yang diharapkan menjadi ujung tombak, juga tampil mengecewakan. Ia gagal mencetak gol sepanjang turnamen dan rekor gol internasionalnya tanpa gol kini mencapai 14 pertandingan beruntun. Namun sorotan terbesar tetap tertuju pada Muslera, yang seharusnya menjadi pilar pengalaman justru menjadi bumerang bagi tim.
Kegagalan ini mengingatkan pada kejayaan masa lalu Uruguay sebagai juara dunia 1930 dan 1950. Kini, mereka harus memulai kembali dari awal. Bagi Muslera, ini mungkin menjadi pertandingan terakhirnya bersama La Celeste. Dengan usia yang tak lagi muda dan serangkaian blunder fatal, masa depannya di tim nasional diragukan.
Uruguay meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan catatan tanpa kemenangan, hanya dua poin, dan kenangan pahit tentang seorang kiper legendaris yang justru menghancurkan harapan negaranya sendiri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











