Sejarah Baru! RD Kongo vs Uzbekistan: Comekar Dramatis The Leopards ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Sejarah Baru! RD Kongo vs Uzbekistan: Comekar Dramatis The Leopards ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Plat Merah – Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) mencatatkan sejarah gemilang di Piala Dunia 2026 setelah memastikan tiket ke babak 32 besar untuk pertama kalinya. Kepastian itu diraih melalui kemenangan dramatis 3-1 atas Uzbekistan pada laga pamungkas Grup K di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Minggu (28/6/2026) WIB. Pertandingan RD Kongo vs Uzbekistan ini menjadi saksi bagaimana tim asuhan Sebastien Desabre bangkit dari ketertinggalan untuk mengukir prestasi bersejarah.

Jalannya pertandingan RD Kongo vs Uzbekistan tidak berjalan mudah bagi The Leopards. Uzbekistan langsung tancap gas sejak menit awal dan berhasil unggul lebih dulu melalui gol Eldor Shomurodov pada menit ke-10 memanfaatkan umpan Akmal Mozgovoy. Tertinggal satu gol, RD Kongo berusaha merespons namun kesulitan menembus pertahanan solid Uzbekistan yang dikawal Abdukodir Khusanov. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Uzbekistan.

Memasuki babak kedua, RD Kongo tampil lebih agresif. Momentum perubahan datang pada menit ke-68 ketika wasit menghadiahkan penalti setelah pemain Uzbekistan melanggar di kotak terlarang. Yoane Wissa yang maju sebagai eksekutor sukses menunaikan tugasnya dengan tenang, mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut menghidupkan kembali semangat The Leopards. Tidak lama berselang, pada menit ke-78, Fiston Mayele membawa timnya berbalik unggul melalui sontekan tajam yang gagal diantisipasi kiper Uzbekistan, Abduvohid Nematov. Gol itu juga mencatat sejarah karena Mayele menjadi pemain pertama yang berkembang di Liga Premier Tanzania yang mampu mencetak gol di Piala Dunia.

Pada masa injury time, Yoane Wissa memastikan kemenangan RD Kongo melalui tendangan jarak jauh yang meluncur deras ke sudut bawah gawang pada menit ke-90+1. Skor 3-1 bertahan hingga akhir laga. Hasil ini membuat RD Kongo finis di peringkat ketiga Grup K dengan empat poin dan lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Kemenangan dalam pertandingan RD Kongo vs Uzbekistan ini sekaligus mengantarkan mereka ke babak 32 besar, menggusur Swedia dan Korea Selatan yang gagal lolos.

Pelatih Sebastien Desabre mengaku bangga dengan pencapaian timnya. “Kami percaya kepada seluruh pemain di dalam skuad, karena mereka menunjukkan karakter dan kualitas saat tim membutuhkannya,” ujarnya seusai pertandingan. Ia juga mengapresiasi kontribusi pemain yang baru mendapat kesempatan tampil pada laga terakhir fase grup. Tenaga segar dari pemain-pemain tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membantu tim membalikkan keadaan.

Penampilan gemilang Yoane Wissa menjadi sorotan utama. Pemain sayap yang juga mencetak gol penting saat menahan imbang Portugal 1-1 di matchday pertama itu kini menjadi salah satu pencetak gol terbanyak sementara turnamen dengan empat gol, bersaing dengan nama-nama besar seperti Lionel Messi, Ousmane Dembele, dan Kylian Mbappe. Wissa tampil menonjol berkat kecepatan, teknik, dan efektivitas serangannya.

Di balik kesuksesan RD Kongo, terdapat fakta menarik bahwa tiga pemain inti mereka pernah memperkuat Timnas Junior Inggris. Aaron Wan-Bissaka (West Ham United) pernah membela Inggris U-20 dan U-21, Axel Tuanzebe (Burnley) pernah memperkuat Inggris U-19, U-20, dan U-21, serta Aaron Tshibola yang pernah membela Inggris U-18. Kini, mereka akan berhadapan dengan Inggris senior di babak 32 besar. Pertemuan antara RD Kongo dan Inggris dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026 di Stadion Atlanta.

Keberhasilan RD Kongo lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026 menjadi bukti nyata perkembangan sepak bola Afrika. Dengan semangat pantang menyerah dan kualitas pemain diaspora, The Leopards siap memberikan kejutan lebih lanjut di panggung dunia. Pertandingan RD Kongo vs Uzbekistan akan selalu dikenang sebagai momen bersejarah yang mengantarkan mereka ke babak 32 besar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup