Duka Mendalam di Balik Gol Cody Gakpo: Belanda Tersingkir Dramatis dari Piala Dunia

Duka Mendalam di Balik Gol Cody Gakpo: Belanda Tersingkir Dramatis dari Piala Dunia

Plat Merah – Pada laga sengit babak 32 besar Piala Dunia 2026, Belanda harus mengakui keunggulan Maroko melalui adu penalti dengan skor 3-2 setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Namun, sorotan utama pertandingan ini justru tertuju pada Cody Gakpo, penyerang andalan Belanda yang mencetak gol pada menit ke-72 dan langsung berlutut sambil menangis histeris. Momen emosional itu terjadi hanya dua hari setelah Gakpo dan pasangannya, Noa van der Bij, mengumumkan kehilangan bayi yang dikandungnya. Meski dirundung duka, Cody Gakpo tetap memilih bermain demi timnya, sebuah keputusan yang menuai pujian dari pelatih Ronald Koeman dan kapten Virgil van Dijk.

Gol Cody Gakpo tercipta setelah menerima umpan dari Crysencio Summerville, memanfaatkan skema serangan balik cepat. Rekan setim langsung memeluknya, sementara suporter Belanda memberikan standing ovasi saat ia ditarik keluar pada menit ke-113. Pelatih Koeman mengakui kematangan Gakpo dalam menghadapi tragedi pribadi, namun kekalahan ini justru memicu krisis identitas sepak bola Belanda. Banyak kritik dialamatkan pada strategi Koeman yang menggunakan formasi lima bek, dianggap terlalu defensif dan meninggalkan tradisi Total Football.

Maroko tampil dominan sepanjang laga, dengan penguasaan bola dan permainan satu sentuhan yang mengingatkan pada gaya Belanda klasik. Gol penyama kedudukan dicetak Issa Diop pada menit pertama injury time, memaksa pertandingan ke perpanjangan waktu. Dalam adu penalti, kiper Maroko Yassine Bounou menjadi pahlawan dengan menepis tendangan Summerville, sebelum Ismael Saibari mengeksekusi penalti kemenangan. Kekalahan ini menjadi catatan buruk bagi Belanda yang untuk pertama kalinya gagal melaju ke babak 16 besar dalam 11 partisipasi Piala Dunia sebelumnya.

Di sisi lain, Maroko melanjutkan perjalanan gemilang mereka dengan menghadapi Kanada di babak selanjutnya. Pelatih Mohamed Ouahbi menyebut kemenangan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap gaya bermain Belanda yang terlalu hati-hati. Sementara itu, Cody Gakpo kembali menjadi sorotan karena ketangguhannya di tengah duka. Meski timnya tersingkir, perjuangan pribadi Gakpo menjadi inspirasi bagi banyak orang, membuktikan bahwa sepak bola hanyalah sebagian kecil dari kehidupan. Belanda harus mengevaluasi pendekatan taktis dan mentalitas mereka jika ingin kembali bersaing di panggung dunia. Cody Gakpo sendiri diharapkan pulih dan kembali menjadi pilar utama Oranje di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup