Roberto Alvarado Jadi Kunci, Mexico Akhirnya Patahkan Kutukan 40 Tahun di Piala Dunia
Plat Merah – MEXICO CITY – Roberto Alvarado menjadi pahlawan di balik kemenangan bersejarah Meksiko atas Ekuador di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pemain sayap yang akrab disapa ‘Piojo’ itu memberikan assist brilian untuk gol pertama Julian Quinones di menit ke-22, yang membawa Meksiko unggul dan akhirnya menang 2-0 di Estadio Azteca, Selasa (30/6) malam waktu setempat.
Pertandingan yang sempat tertunda satu jam akibat badai petir itu menjadi momen emas bagi Meksiko untuk mematahkan kutukan 40 tahun tanpa kemenangan di babak gugur Piala Dunia. Terakhir kali mereka melakukannya adalah saat mengalahkan Bulgaria pada 1986, juga di kandang sendiri. Kini, dengan kemenangan ini, Meksiko melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang antara Inggris atau Republik Demokratik Kongo.
Roberto Alvarado, yang tampil impresif sepanjang turnamen, menjadi sorotan utama. Umpan terobosannya yang cerdik menembus garis pertahanan Ekuador berhasil dimanfaatkan Quinones dengan tendangan keras ke sudut atas gawang. Gol itu sontak memicu euforia luar biasa dari lebih dari 80.000 suporter yang memadati stadion.
Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. ‘Ini adalah momen yang sangat emosional. Saya sendiri, sebagai pelatih, belum pernah merasakan kemenangan di babak gugul sebelumnya. Tapi malam ini, semua berubah,’ ujar Aguirre, yang menangani Meksiko di Piala Dunia ketiga kalinya.
Setelah gol Quinones, Meksiko terus menekan. Menit ke-38, giliran Raul Jimenez yang menggandakan keunggulan. Berawal dari kerja sama satu-dua dengan Quinones di kotak penalti, Jimenez melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper Ekuador, Hernan Galindez. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Ekuador berusaha bangkit namun kesulitan menembus pertahanan kokoh Meksiko. Lini belakang tuan rumah, yang belum kebobolan sepanjang turnamen, tampil disiplin. Kiper Guillermo Ochoa juga beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran Roberto Alvarado yang terus menjadi motor serangan. Ia tidak hanya kreatif dalam membangun serangan, tetapi juga rajin membantu pertahanan. Statistik mencatat Alvarado melepaskan tiga umpan kunci dan dua tebakan sukses sepanjang laga.
Momen menarik terjadi sebelum pertandingan saat Julian Quinones dan Roberto Alvarado bercanda dengan pemain termuda Meksiko, Gilberto Mora (17 tahun), yang hampir ‘dikalahkan’ tinggi badan oleh anak pendamping. Quinones dengan cepat mengganti anak tersebut dengan yang lebih kecil, membuat seluruh tim tertawa. Momen itu menunjukkan chemistry dan suasana santai di dalam tim.
Bagi Meksiko, kemenangan ini adalah buah dari kerja keras dan kebersamaan. ‘Kami adalah keluarga sejati,’ kata Aguirre. ‘Koneksi dengan fans juga luar biasa. Mereka adalah pemain ke-12 kami.’
Kini, Meksiko tinggal menunggu lawan di babak 16 besar. Jika harus berhadapan dengan Inggris, laga diprediksi berlangsung sengit. Namun, dengan modal kemenangan bersejarah ini, semangat El Tri sedang berada di puncak. Roberto Alvarado dan rekan-rekannya siap memberikan kejutan lagi.
Kesimpulannya, kemenangan atas Ekuador bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan simbol kebangkitan sepak bola Meksiko. Roberto Alvarado, dengan assist krusialnya, telah menuliskan namanya dalam sejarah baru sepak bola negeri sombrero tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.





