Dari Hamilton ke Panggung Dunia: Kisah Forge FC dan Sepak Bonggol DR Congo di Piala Dunia 2026
Plat Merah – Forge FC, klub sepak bola profesional asal Hamilton, Kanada, kembali mencuri perhatian dunia. Kali ini, bukan karena prestasi di lapangan hijau, melainkan melalui kisah pilu sekaligus membanggakan dari salah satu kipernya, Dimitry Bertaud. Pemain berusia 28 tahun yang berlaga di Canadian Premier League ini nyaris menjadi bagian dari sejarah ketika DR Congo melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya. Namun, takdir berkata lain: Bertaud harus menyaksikan perjuangan negaranya dari kejauhan, dari Hamilton.
Bertaud, yang lahir di Montpellier, Prancis, memiliki darah Kongo dari kedua orang tuanya. Ia memilih membela DR Congo di level internasional setelah sebelumnya memperkuat tim muda Prancis. Bersama Forge FC, ia bergabung pada Februari 2026 setelah enam bulan tanpa klub. Namun, perjalanannya bersama tim nasional tidak semulus yang diharapkan. Meski berperan penting dalam fase kualifikasi, namanya tidak masuk dalam skuad final Piala Dunia 2026. “Ini momen besar,” ujar Bertaud kepada CBC Hamilton. “Pertandingan melawan Inggris akan menjadi laga yang luar biasa.”
DR Congo sendiri sukses menembus babak 32 besar setelah mengalahkan Uzbekistan. Mereka menjadi salah satu dari empat negara Afrika yang untuk pertama kalinya mencapai fase gugur, bersama Afrika Selatan, Pantai Gading, dan Tanjung Verde. Bagi Bertaud, melihat negaranya berjaya di panggung dunia adalah kebanggaan tersendiri. “Sangat membanggakan bisa mewakili asal-usul dan tempat orang tua kita berasal,” tambahnya.
Kisah Forge FC tidak berhenti di situ. Di sisi lain dunia, klub ini juga menjadi saksi bisu perjalanan karier para pemain yang sempat bersinggungan dengan klub-klub besar Eropa. Misalnya, Robert Lewandowski, striker legendaris Polandia, baru saja bergabung dengan Chicago Fire di MLS setelah meninggalkan Barcelona. Meski tidak langsung terkait dengan Forge FC, kehadiran pemain sekelas Lewandowski di liga tetangga menunjukkan gairah sepak bola di kawasan Amerika Utara yang kian meningkat. Lewandowski, yang lahir di Warsawa dan ditempa di Dortmund, telah mengoleksi lebih dari 700 gol sepanjang kariernya, termasuk 109 gol di Liga Champions. Namun, ia gagal membawa Polandia ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Swedia di babak play-off.
Sementara itu, Everton juga meluncurkan seragam kandang baru mereka untuk musim 2026-27. Seragam tersebut diproduksi oleh Castore, perusahaan lokal yang sudah bekerja sama dengan The Toffees sejak tiga musim lalu. Desainnya menampilkan warna biru kerajaan dengan aksen amber trinitas di kerah dan lengan. Sponsor utama baru, CMC Markets, menggantikan Stake yang kini pindah ke lengan. Dalam video peluncuran, para pemain Everton, termasuk Jordan Pickford dan James Garner, tampil di sebuah pabrik baja di kawasan dermaga utara Liverpool, dekat Stadion Hill Dickinson. Lokasi ini dipilih untuk merayakan warisan industri stadion dan posisi Everton di tepi sungai Mersey yang ikonik. Tagline yang diusung adalah “The Everton Mettle: Forged in History, Bound by Loyalty.”
Kembali ke Forge FC, klub asal Hamilton ini terus menunjukkan eksistensinya di kancah sepak bola Kanada. Meski belum setenar Toronto FC atau Vancouver Whitecaps, Forge FC memiliki basis penggemar yang loyal dan ambisi untuk bersaing di level tertinggi. Kehadiran pemain seperti Bertaud, yang memiliki pengalaman di Ligue 1 Prancis, menambah kualitas skuad. Meski harus merelakan mimpi tampil di Piala Dunia, Bertaud tetap fokus bersama Forge FC dan bertekad membawa klubnya meraih sukses di Canadian Premier League.
Kisah Forge FC dan Dimitry Bertaud adalah cerminan dari semangat sepak bola yang tak pernah padam. Meski harus menghadapi kekecewaan, tekad untuk terus berjuang dan bangga akan asal-usul tetap menjadi pendorong utama. DR Congo mungkin akan melawan Inggris tanpa kehadiran Bertaud di lapangan, tetapi dukungannya dari Hamilton akan selalu mengalir. Forge FC pun akan terus menjadi saksi perjalanan para pemainnya, baik yang berhasil meraih mimpi maupun yang harus menerima kenyataan pahit. Sepak bola, seperti hidup, adalah tentang perjuangan dan kebanggaan akan identitas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






