Santiago Giménez Jadi Kunci Kemenangan Meksiko, Picu Kartu Merah Kontroversial

Santiago Giménez Jadi Kunci Kemenangan Meksiko, Picu Kartu Merah Kontroversial

Plat Merah – Pemain depan Meksiko, Santiago Giménez, menjadi pusat perhatian dalam kemenangan 2-0 timnya atas Ekuador di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Namun, bukan hanya gol yang membuat namanya disorot, melainkan juga insiden yang berujung pada kartu merah bagi bek lawan, Piero Hincapié, akibat aturan baru FIFA yang dikenal sebagai ‘Prestianni Law’.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, pada Selasa malam itu disertai hujan deras yang menunda kick-off selama satu jam. Begitu dimulai, Meksiko langsung tampil agresif. Julian Quiñones membuka keunggulan pada menit ke-22 dengan tendangan keras ke sudut atas gawang. Tak lama berselang, Santiago Giménez berperan dalam serangan cepat yang berujung pada gol kedua Raúl Jiménez pada menit ke-30. Meski tidak mencetak gol, pergerakan Santiago Giménez menjadi momok bagi pertahanan Ekuador.

Pada masa injury time babak kedua, saat Ekuador tertinggal 2-0 dan berusaha mencari gol hiburan, terjadi insiden panas. Piero Hincapié terlibat adu mulut dengan Santiago Giménez. Hincapié menutup mulutnya saat berbicara, yang langsung menarik perhatian wasit Slavko Vincic. Setelah berkonsultasi dengan monitor pinggir lapangan, Vincic mengeluarkan kartu merah langsung untuk Hincapié, menjadikannya pemain kedua yang diusir di Piala Dunia ini karena melanggar aturan baru FIFA.

Aturan yang dijuluki ‘Prestianni Law’ ini diterapkan untuk mencegah pemain menyembunyikan ucapan kasar atau diskriminatif saat beradu argumen. Nama aturan ini diambil dari kasus Gianluca Prestianni yang menutup mulut saat menghina Vinícius Júnior di Liga Champions. FIFA kemudian mengadopsi aturan tersebut untuk turnamen ini, di mana pemain yang menutup mulut saat konfrontasi bisa langsung mendapat kartu merah tanpa banding.

Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, memuji dukungan suporter yang luar biasa dan menyebut kemenangan ini sebagai sejarah karena Meksiko akhirnya lolos ke babak 16 besar setelah 40 tahun. Sementara itu, Santiago Giménez mengaku bangga bisa membantu tim dan berharap bisa terus berkontribusi di babak selanjutnya.

Insiden ini kembali menyoroti betapa ketatnya peraturan baru FIFA. Sebelumnya, gelandang Paraguay Miguel Almirón juga diusir karena pelanggaran serupa. Dengan aturan ini, FIFA berharap dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di lapangan.

Kemenangan ini membawa Meksiko ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Inggris atau Republik Demokratik Kongo. Santiago Giménez dan rekan-rekannya siap melanjutkan perjuangan di turnamen yang penuh kejutan ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup