Novak Djokovic Kembali Guncang Wimbledon: Usai Kalahkan Tsitsipas, Tantang Rinderknech di Bawah Sinar Matahari
Plat Merah – Novak Djokovic kembali menjadi pusat perhatian di Wimbledon 2026 setelah penampilan gemilangnya di hari keempat turnamen. Legenda tenis Serbia itu sukses melaju ke babak ketiga setelah mengalahkan Stefanos Tsitsipas dalam tiga set langsung, 6-3, 6-4, 6-2, dalam pertandingan yang berlangsung di Centre Court, Kamis (2/7/2026). Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor kemenangannya di lapangan rumput, tetapi juga memicu diskusi hangat tentang peluangnya meraih gelar Grand Slam ke-25.
Pertandingan melawan Tsitsipas menjadi bukti bahwa Novak Djokovic masih berada dalam performa terbaiknya. Analis tenis dan mantan petenis nomor satu dunia, Andy Roddick, yang kini menjadi komentator ESPN, memberikan pujian tinggi. “Melihatnya dari dekat, saya pikir servisnya luar biasa, pukulannya juga luar biasa. Dia memiliki peluang nyata di turnamen ini. Tidak ada bagian dari permainannya yang tidak terlihat sempurna hari ini,” ujar Roddick dalam podcast Served. Kemenangan ini menjadi semakin penting karena Djokovic hanya menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam di lapangan, menghemat energi untuk pertandingan selanjutnya.
Namun, yang menarik perhatian bukan hanya kemenangan, melainkan juga aksi Novak Djokovic di luar lapangan. Usai pertandingan, ia membuat pernyataan mengejutkan dengan meminta panitia untuk tidak menutup atap Centre Court saat ia bermain di babak ketiga melawan Arthur Rinderknech. Permintaan ini sontak membuat BBC terkejut. “Saya ingin bermain di bawah sinar matahari. Atap terbuka lebih baik untuk permainan saya,” kata Novak Djokovic dalam pidato singkatnya di lapangan. Permintaan itu pun dikabulkan; jadwal pertandingan menunjukkan Djokovic akan bermain pada pukul 13.30 waktu setempat dengan atap terbuka.
Keputusan Novak Djokovic untuk memilih bermain di luar ruangan menunjukkan kepercayaan dirinya yang tinggi. Ia juga sebelumnya melontarkan sindiran kepada pegolf Rory McIlroy dalam pidato kemenangannya, menambah daya tarik media. Sementara itu, di sisi lain turnamen, petenis muda Mirra Andreeva harus menelan kekalahan setelah tantrum di lapangan dan menangis dalam konferensi pers. Drama di Wimbledon 2026 memang tidak pernah berhenti.
Pertandingan melawan Rinderknech akan menjadi ujian berikutnya bagi Novak Djokovic. Rinderknech, petenis asal Prancis, bukanlah lawan yang mudah, tetapi dengan performa saat ini, Djokovic difavoritkan untuk melaju. Jika berhasil, ia berpotensi bertemu unggulan atas lainnya di babak selanjutnya. Para penggemar tenis dunia pun menantikan apakah Novak Djokovic bisa mempertahankan momentumnya dan menambah koleksi gelar Grand Slam-nya.
Kesuksesan Novak Djokovic di Wimbledon tahun ini juga mengingatkan pada sejarah panjangnya di turnamen ini. Ia pertama kali memenangkan Wimbledon pada tahun 2011, mengalahkan juara bertahan Rafael Nadal. Sejak itu, ia telah menjadi salah satu petenis paling dominan di lapangan rumput. Kini, dengan dukungan penuh dari penonton dan kondisi yang diinginkannya, Novak Djokovic siap menulis babak baru dalam kariernya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






