Drama di French Open 2026: Jannik Sinner Tersingkir, Kontroversi Medis, dan Pundit yang Bikin Heboh

Drama di French Open 2026: Jannik Sinner Tersingkir, Kontroversi Medis, dan Pundit yang Bikin Heboh

Plat MerahJannik Sinner terhenti di putaran kedua French Open 2026 setelah mengalahkan dua set pertama melawan Juan Cerundolo, namun kemudian menyerah pada tiga set terakhir yang menegangkan. Pemain Italia yang saat itu menduduki peringkat dunia nomor satu mengeluh kelelahan panas dan meminta jeda medis, sebuah keputusan yang menimbulkan perdebatan luas di antara pengamat dan penonton.

Keputusan medis itu diambil oleh wasit resmi turnamen, Aurelie Tourte, yang mengizinkan Sinner kembali ke ruang ganti ber-AC. Meskipun langkah tersebut dianggap wajar oleh sebagian, banyak pihak menilai bahwa ia memberi keuntungan tak adil pada pemain yang tengah berjuang melawan suhu tinggi di lapangan tanah liat Roland Garros. Kontroversi ini semakin memanas ketika Anne Keothavong, mantan pemain profesional dan pundit tenis, mengungkapkan bahwa saudaranya, James Keothavong, seorang umpire Grand Slam, menolak berbicara dengannya mengenai insiden tersebut.

James Keothavong menyatakan bahwa ia “tidak ingin terlibat dalam perdebatan” dan menolak menjawab pertanyaan Anne pada siang hari setelah pertandingan. Reaksi ini memicu komentar lucu dari mantan pemain Inggris Tim Henman yang menyebut tindakan itu tidak dapat diterima, serta balasan singkat dari Laura Robson yang menegur James agar lebih profesional. Meskipun disampaikan dengan nada bercanda, insiden ini menyoroti tekanan ekstra yang dirasakan oleh para petugas turnamen di tengah sorotan media.

Sementara itu, turnamen ini juga menjadi saksi kepergian bintang-bintang lain. Novak Djokovic, juara 24 kali Grand Slam, tersingkir di babak ketiga oleh remaja Brasil Joao Fonseca setelah awalnya memimpin dua set. Coco Gauff, yang menjadi sorotan karena pertarungan sengitnya, juga gagal melaju lebih jauh pada minggu pertama. Kedua kekalahan tersebut menambah daftar pemain top yang tidak melanjutkan kompetisi, membuka peluang bagi pemain-pemain muda untuk mengukir prestasi.

Kepergian Sinner dan Djokovic memberi dampak signifikan pada penjadwalan sesi malam di Roland Garros. Untuk pertama kalinya sejak 2023, sesi malam kali ini menampilkan duel antara Naomi Osaka dan Aryna Sabalenka, dua pemain wanita yang dianggap mampu menarik perhatian penonton. Keputusan ini diambil setelah meninjau situasi di babak putra yang kini tanpa nama besar seperti Alcaraz, Sinner, dan Djokovic. Penyelenggara turnamen berharap pertandingan wanita ini dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pemain pria.

Dalam pernyataannya setelah kekalahan, Jannik Sinner menegaskan bahwa ia merasa tidak fit di lapangan, namun tetap menghargai lawan lawannya. Ia menilai penampilannya secara keseluruhan masih positif, mengingat tiga gelar turnamen tanah liat berturut‑turut yang ia menangkan sebelum Paris. Sinner menutup dengan catatan bahwa ia akan memanfaatkan pengalaman ini sebagai pelajaran untuk perbaikan di turnamen selanjutnya.

Kesimpulannya, French Open 2026 menjadi babak yang penuh kejutan, dengan Jannik Sinner terhenti lebih awal, kontroversi medis yang menguji kebijakan wasit, serta dinamika baru dalam penjadwalan sesi malam yang menyoroti pentingnya tenis wanita. Turnamen ini menunjukkan betapa tidak terduganya hasil di level tertinggi dan menegaskan bahwa setiap keputusan, baik di lapangan maupun di luar, dapat memengaruhi alur kompetisi secara luas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup