Anthony Gordon Mengamuk: ‘Saya Benci Jadi Cadangan’ Usai Bawa Inggris ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Plat Merah – Anthony Gordon, bintang Barcelona yang baru direkrut dari Newcastle United, melontarkan pernyataan kontroversial usai membawa Timnas Inggris melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan melawan Republik Demokratik Kongo, Gordon yang memulai laga dari bangku cadangan berhasil mencetak dua gol kemenangan untuk Inggris setelah masuk pada menit ke-60. Emosinya meluap saat diwawancarai media usai pertandingan.
“Saya benci menjadi pemain cadangan. Sejujurnya, saya merasa sangat tegang saat turun dari bangku cadangan,” ujar Anthony Gordon kepada wartawan, seperti dilansir Foot Mercato. “Saya ingin mengejar setiap bola, dan berusaha menahan diri agar tetap tenang. Tapi saya tidak bisa menahan diri, jadi saya sangat ingin bermain.”
Gordon mengakui bahwa ia melihat rekan setimnya kelelahan saat ia masuk, sehingga ia berusaha memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya. Dua golnya pada menit ke-75 dan ke-82 membalikkan keadaan setelah Inggris tertinggal 1-0 sejak babak pertama. Kemenangan 2-1 ini memastikan langkah The Three Lions ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Meksiko.
Anthony Gordon sebelumnya menjadi starter dalam dua pertandingan pertama Inggris melawan Kroasia dan Ghana, namun gagal meninggalkan jejak berarti. Akibatnya, ia harus rela duduk di bangku cadangan saat melawan Panama dan Kongo, digantikan oleh Marcus Rashford. Situasi ini jelas membuat frustrasi pemain berusia 24 tahun yang baru bergabung dengan Barcelona musim panas ini dengan nilai transfer £69 juta.
Kepindahan Anthony Gordon ke Barcelona terjadi setelah Newcastle United mulai menerapkan model perdagangan pemain untuk mematuhi aturan Profit and Sustainability (PSR). Sebelumnya, Newcastle telah melepas Alexander Isak ke Liverpool dengan rekor transfer Inggris £125 juta, dan Sandro Tonali juga dikabarkan akan pindah ke Tottenham dengan nilai hingga £100 juta. Gordon sendiri menjadi salah satu dari beberapa pemain kunci yang hengkang dari St James’ Park setelah Newcastle finis di peringkat ke-12 Premier League musim lalu.
Meskipun Newcastle secara teori bisa membelanjakan lebih banyak uang karena tidak bermain di Eropa, klub tidak ingin gegabah melanggar aturan UEFA. Keputusan menjual Anthony Gordon dan pemain lainnya merupakan langkah strategis untuk menjaga kestabilan keuangan klub.
Kontribusi Anthony Gordon di Piala Dunia 2026 sejauh ini memang tidak konsisten. Namun, penampilannya sebagai pemain pengganti melawan Kongo membuktikan bahwa ia memiliki kualitas untuk menjadi pembeda. Dengan mentalitas seperti itu, bukan tidak mungkin Gordon akan kembali menjadi starter di pertandingan selanjutnya.
Ketegangan Anthony Gordon terkait bangku cadangan ini mencerminkan ambisinya yang tinggi. Ia tidak ingin hanya menjadi pemain pelapis, melainkan ingin selalu menjadi andalan. Pertandingan melawan Meksiko akan menjadi ujian berikutnya bagi Gordon untuk membuktikan bahwa ia layak menjadi starter di timnas Inggris.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






