Ibrahim Maza Gagal Penalti, Swiss Hancurkan Aljazair 2-0 di Piala Dunia 2026
Plat Merah – VANCOUVER – Mimpi Aljazair untuk melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 harus kandas setelah dikalahkan Swiss 2-0 di BC Place, Vancouver, Jumat (3/7/2026) pagi WIB. Pertandingan yang berlangsung sengit ini menjadi panggung bagi Ibrahim Maza, gelandang muda Aljazair yang gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-70, sebuah momen yang mengubah jalannya pertandingan.
Sejak awal, Swiss tampil dominan. Breel Embolo membuka keunggulan pada menit ke-28 setelah memanfaatkan umpan terobosan Johan Manzambi. Dan Ndoye kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-42 lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Aljazair, yang tertinggal dua gol, berusaha bangkit di babak kedua. Peluang emas datang pada menit ke-70 ketika wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran terhadap Riyad Mahrez. Namun, Ibrahim Maza yang ditunjuk sebagai algojo gagal menjalankan tugasnya; tendangannya melambung tinggi di atas mistar gawang Gregor Kobel.
Kegagalan Ibrahim Maza tersebut membuat moral Aljazair runtuh. Swiss semakin nyaman menguasai pertandingan dan nyaris menambah gol melalui serangan balik cepat. Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, yang sebelumnya menukangi Swiss, harus menerima kenyataan pahit bahwa tim asuhannya gagal memanfaatkan peluang. Ibrahim Maza, yang tampil gemilang sepanjang turnamen, harus menelan pil pahit di laga krusial ini.
Statistik menunjukkan Swiss unggul dalam penguasaan bola (58% berbanding 42%) dan melepaskan 12 tembakan tepat sasaran, sementara Aljazair hanya 4. Penampilan Ibrahim Maza yang biasanya menjadi motor serangan, kali ini tidak mampu menembus pertahanan kokoh Swiss yang dikomandoi Manuel Akanji. Kekalahan ini membuat Aljazair pulang lebih awal, sementara Swiss melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang antara Prancis dan Ghana.
“Kami kecewa, terutama karena kami memiliki penalti yang seharusnya bisa mengubah segalanya. Ibrahim Maza adalah pemain berkualitas, dan kegagalan ini adalah bagian dari sepak bola. Kami akan bangkit,” ujar Riyad Mahrez seusai pertandingan. Sementara itu, Pelatih Swiss Murat Yakin memuji disiplin timnya. “Kami tahu Aljazair berbahaya, terutama dengan Ibrahim Maza dan Mahrez. Kami berhasil menekan mereka dan memanfaatkan peluang,” katanya.
Pertandingan ini menjadi catatan penting bagi Aljazair: meski memiliki pemain berbakat seperti Ibrahim Maza, konsistensi dan penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah. Swiss, dengan performa solid di fase grup dan gugur, layak diwaspadai sebagai kuda hitam turnamen.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






