Bintang Muda Swiss Johan Manzambi Permalukan Aïssa Mandi di Piala Dunia 2026

Bintang Muda Swiss Johan Manzambi Permalukan Aïssa Mandi di Piala Dunia 2026

Plat Merah – Vancouver – Piala Dunia 2026 kembali menyuguhkan kejutan. Johan Manzambi, pemain muda berbakat asal Swiss, menjadi sorotan utama setelah aksinya yang brilian mempermalukan bek veteran Aljazair, Aïssa Mandi, dalam laga babak 32 besar yang digelar di BC Place, Vancouver, Jumat (3/7) dini hari WIB. Pertandingan yang berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Swiss ini sekaligus mengakhiri puasa kemenangan Swiss di babak gugur Piala Dunia yang telah berlangsung sejak 1938.

Manzambi, gelandang serang Freiburg yang baru berusia 20 tahun, menjadi aktor utama kemenangan Swiss. Pada menit ke-10, ia melakukan solo run yang memukau melewati beberapa pemain Aljazair, termasuk Aïssa Mandi yang menjadi korban utamanya. Manzambi dengan lihai mempermainkan Mandi sebelum memberikan umpan matang kepada Breel Embolo yang langsung menceploskan bola ke gawang. Kejadian ini menjadi momen krusial yang membuat nama Aïssa Mandi disebut-sebut sebagai bek yang tidak berdaya menghadapi kelincahan Manzambi.

Sepanjang turnamen, Manzambi telah mencetak tiga gol dan dua assist, menjadikannya kandidat kuat pemain muda terbaik. Meski baru dua kali menjadi starter, performanya konsisten dan mematikan. Aïssa Mandi, yang merupakan pemain berpengalaman Aljazair, harus mengakui kehebatan lawannya yang masih sangat muda. Kelemahan Aïssa Mandi dalam menghadapi pergerakan cepat Manzambi menjadi catatan penting bagi timnya.

Swiss tidak berhenti di satu gol. Pada babak kedua, tepatnya 46 detik setelah kick-off, Dan Ndoye menggandakan keunggulan melalui tembakan akurat dari dalam kotak penalti. Aljazair berusaha bangkit, namun solidnya pertahanan Swiss dan penampilan gemilang kiper Gregor Kobel membuat mereka gagal mencetak gol. Peluang terbaik Aljazair datang dari Fares Chaibi, namun tendangannya masih bisa diamankan Kobel.

Kemenangan ini bersejarah bagi Swiss. Ini adalah pertama kalinya mereka memenangkan pertandingan babak gugur Piala Dunia sejak 1938, saat masih menggunakan format knockout langsung. Swiss juga mencatatkan diri lolos ke babak 16 besar untuk keempat kalinya berturut-turut. Sementara bagi Aljazair, kekalahan ini menjadi akhir dari perjuangan mereka untuk melaju lebih jauh. Aïssa Mandi dan rekan-rekannya harus mengakui keunggulan Swiss yang tampil lebih efektif.

Johan Manzambi, yang saat ini menjadi pemain termahal di skuad Swiss versi Fantasy World Cup, terus menunjukkan konsistensi. “Dia adalah pemain yang luar biasa. Kami sangat senang memilikinya,” puji pelatih Murat Yakin. Sementara itu, kapten Granit Xhaka juga mencapai milestone pribadi dengan penampilan ke-130 bersama timnas. Swiss selanjutnya akan menghadapi pemenang laga Kolombia versus Ghana pada 7 Juli di Vancouver.

Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa usia bukanlah halangan. Manzambi, yang masih berusia 20 tahun, mampu menjadi momok bagi pemain senior sekaliber Aïssa Mandi. Kejadian ini mengingatkan kita bahwa di Piala Dunia, segala kemungkinan bisa terjadi. Aljazair mungkin pulang dengan kekecewaan, namun Swiss melaju dengan penuh percaya diri berkat aksi gemilang Manzambi yang mempermalukan Aïssa Mandi.

Kesimpulannya, kemenangan Swiss atas Aljazair tidak hanya menandai kembalinya mereka ke panggung gugur dengan gemilang, tetapi juga melahirkan bintang baru bernama Johan Manzambi. Aïssa Mandi, yang menjadi korban aksinya, akan menjadi pelajaran bagi tim-tim lain untuk mewaspadai pemain muda berbakat ini. Swiss kini menatap babak selanjutnya dengan optimisme tinggi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup