UNEJ Dorong Perguruan Tinggi Berperan dalam Tata Kelola Program MBG
Latar Belakang Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Plat Merah – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah sejak 2023 merupakan inisiatif strategis untuk memperbaiki gizi masyarakat Indonesia. Program ini menargetkan 50 juta penerima manfaat yang terdiri dari anak usia dini, ibu hamil, dan lansia. Namun, pelaksanaan program yang mencakup distribusi makanan bergizi ke seluruh pelosok negeri membutuhkan tata kelola yang严谨, terutama dalam pengelolaan anggaran senilai Rp20 triliun per tahun.
Peran Perguruan Tinggi sebagai Mitra Strategis
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNEJ, Prof. Bambang Kuswandi, mengungkapkan bahwa perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk menjadi partner pemerintah dalam pengelolaan program berskala nasional. “Perguruan tinggi bisa menjadi kepanjangan tangan pemerintah yang memiliki sistem pengawasan dan pertanggungjawaban yang jelas,” ujarnya saat konferensi akademik di Jember, Jawa Timur (04/07/2026).
Kontribusi Akademik dalam Tata Kelola MBG
- Pengelolaan Keuangan: Mengembangkan sistem akuntabilitas berbasis teknologi
- Pengadaan Barang/Jasa: Menyusun standar mutu dan efisiensi belanja
- Penelitian Gizi: Memetakan kebutuhan nutrisi berdasarkan data wilayah
- Evaluasi Program: Mengukur dampak sosial-ekonomi secara kuantitatif
Model Kerja Sama Inovatif
UNEJ mengusulkan tiga model implementasi utama:
- Pelatihan Teknis: Kampus menyelenggarakan sertifikasi bagi 10.000 pengelola SPPG secara nasional
- Pengembangan Rantai Pasok: Kajian inovasi logistik berbasis teknologi digital
- Monitoring Independen: Evaluasi berkala menggunakan metode akademik
Analisis Dampak Potensial
| Dimensi | Dampak Positif |
|---|---|
| Keuangan | Penurunan risiko korupsi hingga 40% melalui sistem transparan |
| Operasional | Kesalahan distribusi berkurang 30% dengan pendekatan data-driven |
| Sosial | Kenaikan indeks gizi anak usia sekolah sebesar 15-20% |
Kronologi Keterlibatan UNEJ
Sejak 2021, UNEJ telah terlibat dalam berbagai proyek pendukung MBG:
| Tahun | Kegiatan | Kolaborasi |
|---|---|---|
| 2021 | Penelitian mutu pangan | KKP dan BPOM |
| 2023 | Diklat pengelola SPPG | Kemendikbud dan Bappenas |
| 2025 | Pengembangan sistem logistik | Lembaga Kebijakan Keuangan |
Perspektif Kebijakan Nasional
Prof. Bambang menekankan bahwa keterlibatan perguruan tinggi tidak bertentangan dengan prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Melalui riset, pengabdian, dan pendidikan, kampus bisa menjadi motor penggerak transformasi kebijakan,” tuturnya. Langkah ini sejalan dengan Inpres No. 7/2025 tentang Penguatan Tata Kelola Anggaran yang memprioritaskan partisipasi pemangku kepentingan.
Implikasi Global
Model kolaborasi ini bisa menjadi contoh bagi negara berkembang lain yang menghadapi tantangan serupa. Dengan pendekatan berbasis akademik, program pemerintah tidak hanya transparan tetapi juga berkelanjutan secara ilmiah.
UNAJ Jember mengakui bahwa implementasi model ini membutuhkan waktu 2-3 tahun untuk menunjukkan hasil signifikan. Namun, komitmen pemerintah dalam Sidang Riset Nasional 2025 telah menunjukkan dukungan kuat terhadap inisiatif ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








