Pedro Neto Jadi Sorotan di Balik Kemenangan Dramatis Portugal atas Kroasia
Plat Merah – Toronto, Kanada – Pedro Neto menjadi sorotan utama dalam pertandingan sengit antara Portugal dan Kroasia di Piala Dunia 2026, yang berakhir dengan kemenangan dramatis 2-1 untuk Portugal. Winger Chelsea itu memainkan peran kunci dalam kebangkitan timnya, meskipun performanya menuai beragam reaksi. Neto, yang telah menjadi starter di semua empat pertandingan Portugal di turnamen ini, memberikan assist krusial yang membawa Portugal ke babak 16 besar.
Pertandingan yang berlangsung di Toronto Stadium pada Kamis (2/7) malam itu menyajikan duel Eropa yang ketat. Portugal mendominasi babak pertama dengan peluang dari Bruno Fernandes dan Cristiano Ronaldo, namun gagal mencetak gol. Pedro Neto, yang bermain di sisi sayap, beberapa kali mengirimkan umpan silang berbahaya, termasuk kepada Ronaldo yang nyaris menyambar bola. Namun, Kroasia yang bertahan rapat berhasil menahan gempuran hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Kroasia mengambil inisiatif dan unggul lebih dulu melalui Ivan Perišić pada menit ke-53. Gol ini membuat Portugal tertekan, namun Pedro Neto terus menjadi ancaman di sisi kiri. Ia beberapa kali menusuk pertahanan Kroasia dan menciptakan peluang, meskipun penyelesaian akhir masih kurang maksimal. Neto, yang musim ini mencatatkan 10 gol dan 10 assist untuk Chelsea, menunjukkan bahwa ia masih menjadi aset berbahaya meski sedang dalam performa yang tidak konsisten.
Portugal akhirnya menyamakan kedudukan melalui gol Cristiano Ronaldo pada menit ke-72, sebelum Gonçalo Ramos menjadi pahlawan dengan sundulan di masa injury time. Gol kemenangan itu lahir dari skema serangan yang melibatkan pergerakan Pedro Neto, meskipun assist resmi dicatat oleh Rafael Leão. Neto digantikan pada menit ke-80, namun kontribusinya sepanjang laga tetap diapresiasi.
Kemenangan ini membawa Portugal melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi Spanyol pada Senin (6/7) di Dallas. Namun, di balik euforia, masa depan Pedro Neto bersama Chelsea mulai dipertanyakan. Dengan kedatangan pelatih baru Xabi Alonso, Neto disebut-sebut bisa menjadi korban perombakan skuad. Klub-klub seperti Barcelona dan Liverpool dikabarkan tertarik, namun Chelsea kemungkinan akan meminta mahar setidaknya £54 juta sesuai harga belinya dari Wolves pada 2024.
Pedro Neto, yang kini berusia 26 tahun, masih memiliki kontrak hingga 2031. Namun, penampilannya yang kurang konsisten musim lalu membuat suporter Chelsea frustrasi. Meski demikian, Neto tetap menjadi pemain berbahaya di sisi sayap, dan kontribusinya di Piala Dunia ini menunjukkan bahwa ia masih bisa diandalkan. Portugal kini berharap Neto mampu mempertahankan performa terbaiknya untuk melangkah lebih jauh di turnamen.
Kesimpulannya, Pedro Neto menjadi figur sentral dalam kemenangan Portugal, baik di dalam maupun di luar lapangan. Perannya sebagai pemain sayap yang kreatif dan pekerja keras tetap vital bagi tim, meskipun ada spekulasi mengenai masa depannya di level klub. Dengan lolosnya Portugal ke babak 16 besar, sorotan kini tertuju pada bagaimana Neto dan rekan-rekannya akan menghadapi tantangan berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






