Bupati Bogor Beri Contoh: Anak Tak Lolos Zonasi SPMB, Pilih Sekolah Swasta

Bupati Bogor Beri Contoh: Anak Tak Lolos Zonasi SPMB, Pilih Sekolah Swasta

Plat MerahBupati Bogor Rudy Susmanto memberikan contoh nyata kepatuhan terhadap aturan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Jawa Barat. Ia mengaku anaknya tidak lolos seleksi ke SMP negeri karena tidak memenuhi ketentuan zonasi, sehingga memilih menyekolahkannya di sekolah swasta. Keputusan ini disampaikan Rudy di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis (2/7/2026).

Rudy menegaskan tidak ingin memanfaatkan jabatannya untuk memaksakan anaknya masuk sekolah negeri. “Maka pada saat kepala daerahnya sudah memberikan contoh, maka ayo kita hormati segala ketentuan yang sudah ada,” ujarnya. Rumah dinasnya di Pakansari tidak masuk dalam zonasi SMP negeri yang diincar di Ciriung, sehingga ia menghormati aturan tersebut.

SPMB Kabupaten Bogor tahun 2026 memang menerapkan sistem zonasi yang ketat. Banyak calon siswa yang gagal masuk sekolah negeri karena jarak domisili. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyediakan alternatif melalui Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK). Di Kabupaten Bogor, terdapat puluhan SMA dan SMK swasta yang tergabung dalam program SSK. Beberapa di antaranya adalah SMA PGRI 4, SMA PUI, SMA Al Azhhar Plus, SMA Yasih, dan SMA Muhammadiyah. Untuk tingkat SMK, ada SMK Budi Darma, SMK Bina Warga 1, SMK Farmasi, SMK Karya Nugraha, dan SMK Alqi Profesi.

Pendaftaran ke SSK tetap dilakukan melalui situs resmi SPMB Jabar di spmb.jabarprov.go.id. Calon siswa yang diterima akan mendapat bantuan dana pendidikan berupa beasiswa Rp100.000 per bulan dan uang bangunan Rp1,5 juta per tahun, total akumulasi Rp2,7 juta. Gubernur Dedi Mulyadi menyebut daftar sekolah mitra sudah tayang dan bisa dipilih langsung melalui sistem.

SPMB Kabupaten Bogor juga menjadi sorotan karena kasus narkotika yang melibatkan pengiriman paket dari Bogor. Satresnarkoba Polres Serang mengungkap jaringan narkotika cairan sintetis (spray) dan bibit sintetis dengan barang bukti hampir Rp1 miliar. Tersangka NS (31) ditangkap di Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Pengungkapan berawal dari paket mencurigakan di jasa pengiriman Serang. Polisi menyita satu botol cairan spray narkotika sintetis yang dikirim dari Bogor. Penggeledahan di rumah dan kos tersangka menemukan barang bukti dalam jumlah besar yang akan diedarkan ke berbagai wilayah.

Meski demikian, fokus utama berita ini adalah SPMB Kabupaten Bogor yang berjalan dengan prinsip keadilan dan transparansi. Contoh yang diberikan Bupati Rudy diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat untuk mematuhi aturan. Bagi yang tidak lolos ke sekolah negeri, SSK menjadi opsi yang layak dengan dukungan dana dari Pemprov Jabar.

Kesimpulannya, SPMB Kabupaten Bogor tahun 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam menerapkan sistem zonasi secara adil. Alternatif SSK memberikan kesempatan bagi siswa untuk tetap melanjutkan pendidikan dengan bantuan biaya. Keteladanan kepala daerah dalam mematuhi aturan menjadi nilai positif yang patut diapresiasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup