Badai PHK di Tokopedia: TikTok dan GoTO Buka Suara, Ratusan Karyawan Terdampak
Plat Merah – Jakarta — Isu tokopedia phk karyawan kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan publik dan pelaku pasar. Kabar pemutusan hubungan kerja massal di platform e-commerce yang identik dengan warna hijau ini memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk pemegang saham utama dan regulator. Manajemen TikTok dan GoTo pun akhirnya buka suara mengenai rencana penyesuaian organisasi yang berdampak pada sebagian besar karyawan, terutama di divisi riset dan pengembangan (R&D).
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa tokopedia phk karyawan kali ini mencapai angka yang signifikan, bahkan disebut-sebut mencapai 90% dari total pegawai. Meskipun demikian, pihak manajemen TikTok sebagai pemilik saham mayoritas sejak akhir 2023 belum mengonfirmasi jumlah pasti karyawan yang terkena dampak. Dalam pernyataan resminya, juru bicara TikTok mengakui sedang melakukan penyelarasan organisasi dan fokus memberikan dukungan kepada para karyawan yang terdampak selama masa transisi.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) selaku pemegang saham 24,99% di Tokopedia juga angkat bicara. Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen GoTo menyatakan menghormati setiap keputusan yang diambil oleh manajemen Tokopedia terkait penyesuaian organisasi. GoTo memastikan bahwa tokopedia phk karyawan tidak akan berdampak material terhadap laporan keuangan perseroan, mengingat sejak Januari 2024 investasi di Tokopedia dicatat menggunakan metode ekuitas dan tidak lagi dikonsolidasikan. GoTo juga menegaskan tidak ada rencana untuk mengubah kepemilikan sahamnya di Tokopedia dalam waktu dekat.
Ini bukan pertama kalinya Tokopedia melakukan efisiensi tenaga kerja. Sejak akuisisi oleh TikTok pada akhir 2023, perusahaan telah melakukan beberapa gelombang PHK. Pada Juni 2024, sebanyak 450 karyawan diputus hubungan kerjanya. Kemudian pada pertengahan 2025, sekitar 420 karyawan kembali terkena PHK. Kini, isu PHK kembali mencuat di pertengahan 2026, menambah daftar panjang restrukturisasi di tubuh perusahaan yang telah berusia 17 tahun tersebut.
Analis menilai langkah ini merupakan bagian dari strategi efisiensi untuk menyelaraskan struktur organisasi dengan tujuan pertumbuhan jangka panjang. Namun, dampak sosial dari tokopedia phk karyawan ini tidak bisa diabaikan. Ribuan tenaga kerja profesional harus kehilangan pekerjaan di tengah persaingan industri e-commerce yang semakin ketat. Pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap perlindungan tenaga kerja dan program reskilling bagi para karyawan yang terdampak.
Kesimpulannya, isu PHK di Tokopedia kembali menjadi sorotan setelah kabar pemangkasan besar-besaran karyawan mencuat. Manajemen TikTok dan GoTo telah memberikan klarifikasi, namun ketidakpastian masih menyelimuti nasib para pekerja. Ke depannya, transparansi dan dukungan bagi karyawan yang terkena dampak akan menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik dan stabilitas industri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.





