Pantang Menyerah, Perwira AL Ini 8 Kali Gagal Tes Masuk, Kini Raih Adhi Makayasa
PlatMerah.com, Banyuwangi – Letda Laut (P) Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra membuktikan bahwa kegigihan dan ketekunan mampu mengantarkan seseorang meraih prestasi gemilang meski menghadapi kegagalan beruntun. Setelah delapan kali gagal dalam tes masuk akademi militer, pemuda asal Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur ini berhasil lulus menjadi lulusan terbaik Akademi Angkatan Laut (AAL) 2026 dan meraih penghargaan Adhi Makayasa, anugerah tertinggi bagi lulusan akademi militer di Indonesia.
Penghargaan Adhi Makayasa disematkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri 2026 yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada 22 Juli 2026. Prestasi ini menjadi puncak dari perjalanan panjang Rizqi yang dimulai sejak lulus dari SMA Taruna Nusantara angkatan ke-27 pada 2019.
Perjalanan Panjang Menuju Kesuksesan
Perjuangan Rizqi tidak mudah. Setelah lulus SMA, ia pertama kali mencoba mendaftar ke Akademi Militer (Akmil) pada 2019, namun terhenti di tahap pemantauan akhir. Pada tahun berikutnya dan 2021, Rizqi mengalihkan fokusnya untuk mendaftar ke Akademi Kepolisian (Akpol), namun hasilnya tetap belum membuahkan keberhasilan. Bahkan pada 2022, ia sempat menempuh kuliah selama dua semester di Malang, namun tekadnya untuk menjadi perwira TNI AL tidak pudar.
Dengan dukungan dan arahan dari orang tua, Rizqi kembali mencoba peruntungan pada 2023 dengan mendaftar ke Akademi Angkatan Laut. Pada tes kesembilan, ia akhirnya berhasil lolos dan memulai pendidikan yang kemudian diakhiri dengan prestasi gemilang sebagai lulusan terbaik AAL 2026.
Inspirasi dari Korps Marinir
Selain Rizqi, Letda (Mar) Fikri Bima Herdian Useng dari Korps Marinir juga menunjukkan kisah kegigihan yang menginspirasi. Fikri, yang berasal dari Desa Kebaman, Kecamatan Srono dan lulusan SMAN 1 Srono tahun 2022, berhasil menjadi lulusan terbaik Korps Marinir AAL 2026 dan meraih penghargaan Adhi Prasta.
Sama seperti Rizqi, Fikri pernah mengalami kegagalan saat mendaftar ke Akmil pada 2022. Namun, ia tidak menyerah dan memanfaatkan kesempatan tahun berikutnya dengan mendaftar ke berbagai instansi hingga akhirnya diterima di AAL. Disiplin dan konsistensi menjadi kunci perubahan bagi Fikri yang dulunya memiliki peringkat akademik yang kurang menonjol saat sekolah.
Ketekunan dan Doa Orang Tua
Fikri mengakui bahwa meskipun prestasi akademiknya tidak menonjol, ia tidak malu memiliki mimpi besar. Dengan usaha keras, latihan terus-menerus, dan restu dari orang tua, ia mampu mengubah nasibnya menjadi perwira terbaik Korps Marinir.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Keberhasilan kedua perwira muda Banyuwangi ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Menurut Ipuk, perjalanan Rizqi dan Fikri membuktikan bahwa keterbatasan dan kegagalan awal bukanlah penghalang untuk mencapai puncak prestasi.
“Banyuwangi bangga memiliki pemuda seperti kalian. Ini bukti bahwa kerja keras yang diiringi doa dan restu orang tua akan berbuah kesuksesan,” ujar Ipuk saat bertemu kedua perwira tersebut di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi.
Motivasi bagi Generasi Muda
Kisah Rizqi dan Fikri menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah maupun di seluruh Indonesia. Kegigihan, ketekunan, dan semangat pantang menyerah menjadi kunci utama dalam meraih cita-cita, meskipun menghadapi kegagalan berulang kali.
Mereka membuktikan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan yang lebih besar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












