Kartu Merah Jarell Quansah Picu Kontroversi, Tuchel Sindir Trump
Plat Merah – Kartu merah yang diterima Jarell Quansah dalam laga Inggris vs Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu perdebatan sengit. Bek muda Inggris itu diusir wasit pada menit ke-54 setelah pelanggaran keras terhadap Jesus Gallardo, membuat Inggris harus bermain dengan 10 orang selama lebih dari setengah jam. Meski demikian, The Three Lions berhasil mempertahankan keunggulan 3-2 dan melaju ke perempat final.
Jarell Quansah, yang bermain untuk Bayer Leverkusen, menjadi sorotan setelah keputusan kontroversial FIFA yang membatalkan kartu merah Folarin Balogun, pemain AS, atas intervensi Presiden Donald Trump. Pelatih Inggris Thomas Tuchel secara bercanda menyarankan kapten Harry Kane untuk meminta bantuan Trump agar hukuman Jarell Quansah juga dicabut. “Mungkin Harry Kane harus bertanya pada Donald Trump,” ujar Tuchel usai pertandingan, merujuk pada campur tangan Trump yang dilaporkan memicu FIFA menangguhkan larangan Balogun.
Kontroversi bermula ketika FIFA, setelah mendapat tekanan dari Trump, memutuskan untuk menangguhkan larangan satu pertandingan Balogun dengan masa percobaan satu tahun. Keputusan ini memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk UEFA yang menilai FIFA telah “melewati batas” dan mengancam integritas permainan. Tuchel sendiri menyebut situasi ini “aneh” dan meminta konsistensi dalam penegakan aturan. “Siapa yang membatalkan keputusan ini, kapan, dan atas dasar apa? Ini aneh bagi saya. Kami ingin konsistensi,” tegasnya.
Pertandingan sendiri berlangsung dramatis. Inggris unggul cepat melalui dua gol Jude Bellingham pada menit ke-36 dan 38, sebelum Meksiko memperkecil kedudukan lewat Julian Quinones. Di babak kedua, Jarell Quansah mendapat kartu merah langsung setelah pelanggaran berbahaya. Meski unggul jumlah pemain, Meksiko justru kebobolan penalti Harry Kane yang menjadi penentu kemenangan Inggris.
Mantan bek Inggris Micah Richards memuji penampilan Bellingham, yang mencetak dua gol dan menjadi motor serangan. “Inggris tampil luar biasa. Dinamis, agresif, dan percaya diri,” ujarnya dalam podcast The Rest Is Football. Sementara itu, Alan Shearer sebelumnya sempat meragukan Bellingham sebagai starter, namun Richards mengejek keraguan tersebut setelah penampilan gemilang sang gelandang.
Nasib Jarell Quansah masih belum jelas. Inggris akan menghadapi Norwegia di perempat final pada 11 Juli di Miami. Tanpa Jarell Quansah yang terkena larangan, Tuchel harus memutar otak mencari pengganti di posisi bek kanan, apalagi Reece James masih diragukan kondisinya. Kontroversi kartu merah ini menjadi pengingat bahwa intervensi politik dalam olahraga dapat menimbulkan ketidakadilan dan mengancam kredibilitas kompetisi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













