Drama Gol Akhir Mikel Merino Bawa Spanyol ke Perempat Final, Piala Dunia 2026 Berakhir untuk Portugal

Drama Gol Akhir Mikel Merino Bawa Spanyol ke Perempat Final, Piala Dunia 2026 Berakhir untuk Portugal

Plat Merah – Dallas, AS – Babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyajikan duel sengit antara Portugal dan Spanyol di Stadion AT&T, Arlington, Texas. Pertandingan yang berlangsung Selasa dini hari WIB itu berakhir dengan kemenangan dramatis Spanyol 1-0 berkat gol telat Mikel Merino. Keputusan pelatih Portugal, Roberto Martinez, untuk memasukkan Joao Felix sebagai starter menjadi sorotan, namun belum mampu membawa Portugal lolos ke babak selanjutnya.

Sejak awal laga, kedua tim bermain terbuka. Portugal yang dipimpin kapten Cristiano Ronaldo beberapa kali mengancam melalui Bruno Fernandes dan Joao Felix. Namun, pertahanan Spanyol yang dikawal Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte tampil solid. Pelatih Portugal, Roberto Martinez, telah melakukan perubahan taktik dengan menurunkan Joao Felix menggantikan Rafael Leao di lini depan, berharap duetnya dengan Ronaldo dan Pedro Neto mampu membongkar pertahanan lawan. Namun, hingga babak pertama berakhir, skor masih 0-0.

Memasuki babak kedua, Spanyol mulai meningkatkan tekanan. Pelatih Portugal, Roberto Martinez, berusaha mengantisipasi dengan melakukan pergantian pemain, namun serangan Spanyol semakin intens. Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-90+1. Berawal dari umpan terobosan Ferran Torres yang membelah pertahanan Portugal, Mikel Merino yang baru masuk pada menit ke-85 berhasil menaklukkan Diogo Costa. Gol ini menjadi pukulan telak bagi Portugal, yang gagal membalas hingga peluit panjang berbunyi.

Kekalahan ini menjadi akhir perjalanan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026, yang sebelumnya telah mengumumkan turnamen ini sebagai yang terakhir baginya. Sementara itu, pelatih Portugal, Roberto Martinez, harus menerima kenyataan pahit setelah timnya tersingkir. Di sisi lain, pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memuji kerja keras timnya. “Kami tampil sabar dan memanfaatkan peluang di menit akhir. Ini adalah kemenangan yang layak,” ujarnya.

Keputusan pelatih Portugal untuk mempertahankan formasi 4-2-3-1 dengan trio lini depan Ronaldo, Felix, dan Neto belum membuahkan hasil. Statistik menunjukkan Portugal mendominasi penguasaan bola (55%) namun hanya melepaskan 3 tembakan tepat sasaran, berbanding 5 milik Spanyol. Pelatih Portugal, Roberto Martinez, mengakui timnya kurang efektif dalam penyelesaian akhir. “Kami memiliki peluang, tetapi tidak bisa memanfaatkannya. Sepak bola kadang kejam,” katanya dalam konferensi pers.

Dengan hasil ini, Spanyol melaju ke perempat final dan akan menghadapi pemenang antara Amerika Serikat dan Belgia. Sementara itu, pelatih Portugal dan skuadnya harus pulang lebih awal. Bagi Cristiano Ronaldo, ini adalah pertandingan terakhirnya di Piala Dunia, meninggalkan warisan yang tak terlupakan. Spanyol, di sisi lain, terus menunjukkan peningkatan performa dan optimis mampu bersaing merebut gelar juara.

Pertandingan ini juga menjadi sorotan karena komentar Luis Enrique, pelatih Paris Saint-Germain, yang sebelumnya menyatakan bahwa jika Spanyol menang, ia akan mendapat libur lebih awal untuk tiga pemain Portugal yang bermain di PSG: Vitinha, Nuno Mendes, dan Joao Neves. Kini, prediksi itu menjadi kenyataan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup