Hesti Haris Dorong Semangat Gerakan Metode Belajar 30 Menit Bisa Baca Al-Quramp039an

Hesti Haris Dorong Semangat Gerakan Metode Belajar 30 Menit Bisa Baca Al-Quramp039an

Program Revolusioner untuk Meningkatkan Literasi Al-Quran

Plat Merah – Pada Jumat, 3 Juli 2026, Gedung Nasional Kota Sungai Penuh, Kerinci, menjadi lokasi pelatihan Training of Trainer (ToT) metode 30 Menit Bisa Baca Al-Quramp039an. Inisiatif ini digelar oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jambi, dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris). Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan TP PKK yang selaras dengan visi gubernur Jambi untuk membangun masyarakat yang agamis.

Berangkat dari Tantangan Literasi Al-Quran

Menurut data terbaru dari Dinas Pendidikan Jambi, sekitar 35.000 siswa tingkat SMA/SMK di provinsi tersebut masih mengalami kesulitan membaca Al-Quran dengan baik. Angka ini menjadi alarm bagi TP PKK Jambi untuk segera bertindak. Program yang diterapkan tidak hanya menargetkan siswa, tetapi juga guru agama sebagai penggerak utama di sekolah masing-masing.

Tahap ImplementasiTargetKuantitas
Pelatihan Guru2026500 peserta
Distribusi Modul2026-202710.000 unit
Capaian HarianPer hari30 menit

Kolaborasi Multi-Pihak untuk Keberlanjutan

Kunci keberhasilan program ini adalah sinergi antara TP PKK, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jambi, dan komunitas pendidikan setempat. Hesti Haris menjelaskan bahwa pendekatan kolaboratif ini memastikan program tidak hanya menjadi kegiatan sementara, tetapi bertransformasi menjadi gerakan massal yang mendalam. “Kami bekerja dengan pendekatan 3P: Pemangku Kepentingan, Partisipasi, dan Pemberdayaan,” ujarnya.

  • TP PKK bertanggung jawab atas koordinasi strategi.
  • Biro Kesra mendukung anggaran dan logistik.
  • Para guru agama menjadi ujung tombak implementasi.

Metode Belajar yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Generasi Sekarang

Dikembangkan oleh Achmad Farid Hasan, metode ini mengadaptasi prinsip belajar aktif dengan durasi pendek. Berikut prinsip utamanya:

LangkahDeskripsiWaktu
1. PemanasanMotivasi dan pembentukan niat5 menit
2. PengenalanLatihan huruf hijaiyah dasar10 menit
3. PemahamanPelafalan dan tajwid10 menit
4. EvaluasiUji coba membaca ayat5 menit

Dampak dan Tantangan di Masa Depan

Program ini diharapkan mengurangi angka buta aksara Al-Quran hingga 50% dalam lima tahun ke depan. Namun ada tantangan signifikan, seperti keterbatasan pengawasan kualitas pelaksanaan di daerah terpencil. Sebagai solusi, TP PKK berencana mengembangkan modul digital interaktif yang dapat diakses melalui aplikasi khusus.

Visi yang Terintegrasi dengan Pendidikan Formal

Hesti Haris menekankan bahwa program ini tidak sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi diintegrasikan ke dalam kurikulum formal. “Dengan mengaitkan pembelajaran Al-Quran dengan mata pelajaran agama, kami yakin akan terjadi perubahan pola pikir siswa yang lebih mendalam,” katanya. Pemerintah provinsi juga berencana mengevaluasi hasil program setiap semester melalui ujian kompetensi keagamaan.

Gerakan ini menunjukkan bahwa inovasi pendidikan dapat lahir dari kolaborasi antara tradisi dan modernitas. Dengan pendekatan yang humanis dan inklusif, TP PKK Jambi berkomitmen menciptakan generasi yang tidak hanya pintar membaca Al-Quran, tetapi juga memahami makna kandungannya dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup