Roberto Martinez Resmi Tinggalkan Portugal Usai Gagal di Piala Dunia 2026, Jorge Jesus Jadi Kandidat Pengganti

Roberto Martinez Resmi Tinggalkan Portugal Usai Gagal di Piala Dunia 2026, Jorge Jesus Jadi Kandidat Pengganti

Plat Merah – Roberto Martinez secara resmi mengundurkan diri sebagai pelatih timnas Portugal setelah timnya tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Keputusan mengejutkan ini diumumkan Martinez dalam konferensi pers usai kekalahan 0-1 dari Spanyol di Stadion AT&T, Dallas, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026) dini hari WIB. Gol Mikel Merino pada masa injury time memastikan langkah Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan terhenti lebih awal.

“Saya datang ke Portugal untuk memenangkan Piala Dunia, dan tanpa memenangkannya, tidak ada gunanya melanjutkan,” ujar Roberto Martinez dalam pernyataannya yang dikutip dari berbagai sumber. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa kontraknya berakhir hari itu dan memberi kesempatan kepada federasi untuk memilih pemimpin baru. “Dewan direksi dan presiden kini memiliki kesempatan untuk memilih manajer baru. Kontrak saya berakhir hari ini,” tambahnya.

Keputusan Roberto Martinez mundur ini mengakhiri masa kerjanya selama tiga setengah tahun sejak Januari 2023. Selama memimpin Portugal, ia berhasil membawa tim meraih gelar UEFA Nations League pada musim panas 2025, namun gagal di Euro 2024 (perempat final) dan Piala Dunia 2026. Martinez juga mendapat kritik karena dianggap gagal memaksimalkan potensi skuad bertabur bintang, termasuk Cristiano Ronaldo yang berusia 41 tahun.

“Ini adalah akhir dari sebuah siklus. Penting bagi tim untuk memiliki suara baru dan pemimpin baru,” kata Roberto Martinez. Ia juga menyampaikan rasa bangganya bisa melatih Portugal. “Saya membawa banyak kenangan indah. Saya merasa diterima seperti warga Portugal. Ini adalah pengalaman terbaik dalam hidup saya,” ucapnya.

Kepergian Roberto Martinez langsung memicu spekulasi soal penggantinya. Media Portugal A Bola melaporkan bahwa federasi sepak bola Portugal (FPF) mengincar Jorge Jesus, mantan pelatih Al-Nassr dan Flamengo, sebagai kandidat utama. Pelatih veteran berusia 71 tahun itu dijadwalkan bertemu dengan presiden FPF, Pedro Proença, untuk membahas kontrak. Tugas berat menanti Jesus, yang harus membangun kembali mental tim menjelang Euro 2028 dan Piala Dunia 2030 yang akan digelar bersama Spanyol dan Maroko.

Sementara itu, Cristiano Ronaldo, yang tampil untuk ke-223 kalinya bersama Portugal, mengonfirmasi bahwa ini adalah Piala Dunia terakhirnya. Namun, ia belum memutuskan masa depannya di tim nasional. “Saya sedih harus pergi seperti ini, tapi saya sudah memberikan segalanya. Saya pergi dengan hati bersih. Ini sepak bola, terkadang Anda menang, terkadang kalah. Saya akan berpikir dan tidak membuat keputusan dalam panasnya suasana,” ujar Ronaldo. Ia juga menegaskan bahwa trofi Euro 2016 sama besarnya dengan Piala Dunia baginya.

Dalam pertandingan kontra Spanyol, Portugal sebenarnya tampil disiplin dan agresif, namun gagal memanfaatkan peluang. Roberto Martinez menyesalkan hasil tersebut: “Kami menyelesaikan pertandingan dengan kesedihan. Lawan adalah salah satu favorit, tapi itu tidak menghentikan apa yang ingin kami lakukan. Kami berani secara defensif, agresif, dan bertahan dengan sangat baik. Tapi yang terjadi di babak 16 besar Piala Dunia adalah detail penting.”

Kekalahan ini juga menyoroti peran Ronaldo yang terus menjadi starter meski menuai kritik. Martinez membela kaptennya: “Tidak banyak Cristiano Ronaldo. Mimpinya adalah memenangkan Piala Dunia dan dia memberikan segalanya untuk mimpi itu. Dia adalah contoh sebagai pemain, kapten, dan manusia.”

Dengan mundurnya Roberto Martinez, era baru Portugal dimulai. Fokus kini tertuju pada pembangunan kembali tim untuk turnamen mendatang, sementara masa depan Ronaldo masih belum pasti. Namun satu hal yang jelas: jejak Roberto Martinez akan selalu dikenang sebagai pelatih yang membawa Portugal meraih gelar Nations League dan memberikan pengalaman berharga bagi para pemainnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup