David Beckham Jadi Inspirasi dan Sorotan di Balik Semifinal Inggris vs Argentina Piala Dunia 2026
Plat Merah – David Beckham kembali menjadi pusat perhatian dalam perhelatan Piala Dunia 2026, kali ini bukan hanya karena masa lalunya yang kontroversial melawan Argentina, tetapi juga karena momen keluarganya saat menonton pertandingan perempat final. Nama David Beckham muncul dalam berbagai narasi yang mengiringi langkah Timnas Inggris menuju semifinal melawan Argentina, sebuah laga yang sarat akan sejarah dan emosi.
Pada pertandingan perempat final melawan Norwegia, David Beckham dan keluarganya menyaksikan langsung laga di Miami. Saat Jude Bellingham mencetak gol kemenangan di menit ketiga perpanjangan waktu, David Beckham melompat penuh semangat, namun istrinya, Victoria Beckham, justru terlihat duduk dengan ekspresi datar. Momen ini viral dan menuai kritik. David Beckham pun membelanya di media sosial, mengatakan bahwa Victoria merayakannya di dalam hati dan reaksinya memang sedikit lebih lambat. Pembelaan ini menunjukkan sisi personal dari keluarga Beckham yang selalu menjadi sorotan publik.
Namun, di sisi lain, David Beckham juga menjadi inspirasi bagi para pemain Inggris jelang laga semifinal melawan Argentina. Harry Kane, kapten Timnas Inggris, mengaku bahwa cerita penebusan David Beckham di Piala Dunia 2002 menjadi salah satu kenangan terfavoritnya. Saat itu, David Beckham berhasil mencetak gol penalti yang membawa Inggris menang 1-0 atas Argentina, setelah sebelumnya ia menjadi kambing hitam atas kekalahan Inggris di Piala Dunia 1998 akibat kartu merah yang diterimanya. Kane menyebut Beckham sebagai idolanya dan menganggap momen tersebut sebagai inspirasi bagi timnya.
Kiper Inggris, Jordan Pickford, juga mengingatkan agar timnya tidak mengulangi tragedi yang menimpa David Beckham di masa lalu. Ia menegaskan bahwa Inggris harus tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh permainan emosional Argentina, seperti yang terjadi pada Beckham 28 tahun lalu. Semifinal ini menjadi pertemuan pertama Inggris dan Argentina di fase gugur sejak 1998, dan tensi diprediksi akan sangat tinggi.
Robbie Fowler, mantan striker Inggris, menyebut rivalitas ini sebagai salah satu yang paling ikonik dalam sepak bola, dengan latar belakang sejarah mulai dari ‘Tangan Tuhan’ Maradona hingga kartu merah David Beckham. Menurut Fowler, kunci kemenangan ada pada penguasaan lini tengah dan kedisiplinan taktik. Inggris harus tetap kompak dan tidak panik, sementara Argentina akan berusaha mendominasi permainan.
Pertandingan semifinal antara Inggris dan Argentina di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB, akan menjadi panggung bagi para pemain untuk menulis sejarah baru. David Beckham, baik sebagai inspirasi maupun sebagai figur yang terus dikenang, tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari rivalitas ini. Kesuksesan Inggris atau Argentina di laga ini akan menambah babak baru dalam buku sejarah perseteruan kedua negara.
Pada akhirnya, David Beckham tidak hanya meninggalkan warisan sebagai pemain, tetapi juga sebagai simbol dari bagaimana sebuah momen bisa membentuk perjalanan sebuah tim. Semifinal ini bukan sekadar pertandingan, melainkan kelanjutan dari kisah panjang yang melibatkan nama besar seperti David Beckham.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












