Marc Cucurella dan Pertahanan Kokoh Spanyol: Kunci Lolos ke Final Piala Dunia 2026

Marc Cucurella dan Pertahanan Kokoh Spanyol: Kunci Lolos ke Final Piala Dunia 2026

Plat Merah – Marc Cucurella, bek kiri Spanyol dengan rambut ikoniknya, kembali menjadi sorotan setelah penampilan gemilangnya membawa La Roja melaju ke final Piala Dunia 2026. Dalam laga semifinal yang digelar di AT&T Stadium, Arlington, Texas, pada Selasa (14/7/2026), Spanyol sukses menaklukkan favorit juara Prancis dengan skor 2-0. Gol dari Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro memastikan langkah Spanyol ke partai puncak, sekaligus mengulang kesuksesan mereka di Piala Eropa 2024.

Cucurella, yang baru saja bergabung dengan Real Madrid setelah empat musim bersama Chelsea, menjadi bagian integral dari pertahanan Spanyol yang hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan di turnamen ini. Bersama Pau Cubarsi dan rekan-rekannya, Cucurella membentuk tembok yang sulit ditembus. Gaya rambut keritingnya yang khas, yang telah menjadi ciri khasnya sejak kecil, bahkan sempat menarik perhatian dunia saat ia mewarnainya merah setelah kemenangan di Euro 2024.

Pertandingan semifinal ini menjadi bukti keunggulan taktik Luis de la Fuente. Sejak menit awal, Spanyol menerapkan tekanan tinggi dan penguasaan bola yang mencekik, membuat lini serang Prancis yang diisi nama-nama besar seperti Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele tidak berkutik. Cucurella, yang bermain sebagai bek kiri, tampil disiplin dalam bertahan dan turut membangun serangan dari sisi sayap. Kontribusinya dalam membaca permainan lawan menjadi kunci untuk memutus aliran bola Prancis.

Gol pertama Spanyol lahir dari penalti setelah Lamine Yamal dilanggar Lucas Digne. Oyarzabal sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Gol kedua datang dari Pedro Porro yang memanfaatkan umpan terukur setelah serangan yang dibangun dengan sabar. Prancis, yang sebelumnya tampil sempurna di turnamen, tidak mampu memberikan perlawanan berarti. Pelatih Didier Deschamps mengakui bahwa timnya kalah secara teknis dan energi.

Kemenangan ini menegaskan bahwa Spanyol bukan hanya tentang bintang individu, melainkan kekompakan tim. Cucurella, meski bukan pemain yang paling mencolok, menjadi salah satu pilar penting dalam skema pertahanan yang solid. Penampilannya melawan Prancis membuktikan bahwa ia layak mendapatkan tempat di starting eleven dan menjadi bagian dari sejarah baru sepak bola Spanyol.

Kini, Spanyol menunggu pemenang antara Inggris dan Argentina di final yang akan digelar pada Minggu (19/7/2026). Jika mampu mempertahankan performa seperti ini, bukan tidak mungkin La Roja akan menambahkan gelar Piala Dunia kedua setelah 2010. Cucurella dan kawan-kawan telah menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan sebagai tim terkuat di turnamen ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup