Spanyol Hancurkan Prancis 2-0, Fabián Ruiz Jadi Kunci Lini Tengah La Roja ke Final Piala Dunia 2026

Spanyol Hancurkan Prancis 2-0, Fabián Ruiz Jadi Kunci Lini Tengah La Roja ke Final Piala Dunia 2026

Plat Merah – Spanyol memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Prancis dengan skor 2-0 di semifinal yang digelar di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Rabu (15/7) dinihari WIB. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri puasa 16 tahun La Roja tampil di partai puncak sejak menjadi juara dunia 2010. Di balik dominasi Spanyol, nama Fabián Ruiz tampil menonjol sebagai pengatur serangan di lini tengah.

Fabián Ruiz, gelandang andalan Spanyol yang kini bermain untuk Paris Saint-Germain, menjadi motor permainan tim asuhan Luis de la Fuente. Dengan visi bermain yang brilian dan akurasi umpan mencapai 92%, ia sukses mematahkan setiap serangan balik Prancis. Kehadiran Fabián Ruiz di lini tengah membuat transisi Spanyol dari bertahan ke menyerang berjalan mulus. Ia juga membantu lini belakang yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.

Gol pertama Spanyol tercipta pada menit ke-22 melalui penalti Mikel Oyarzabal setelah Lamine Yamal dilanggar Lucas Digne di kotak terlarang. Eksekusi dingin Oyarzabal membuat kiper Mike Maignan tak berkutik. Kedudukan 1-0 bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Spanyol semakin percaya diri. Gol kedua lahir pada menit ke-58 melalui kerja sama apik antara Dani Olmo dan Pedro Porro. Porro yang masuk sebagai pemain pengganti sukses menuntaskan umpan terobosan Olmo dengan tembakan keras ke sudut gawang. Prancis yang mengandalkan trio Mbappé, Dembélé, dan Olise gagal menembus pertahanan rapat Spanyol yang dikomandoi Aymeric Laporte dan Robin Le Normand.

Fabián Ruiz kembali menjadi sorotan saat ia memenangkan duel di lini tengah melawan Eduardo Camavinga dan Aurélien Tchouaméni. Statistik mencatat ia melakukan 4 tekel sukses dan 3 intersepsi, serta menciptakan 2 peluang emas. Pelatih Luis de la Fuente memuji kontribusi Fabián Ruiz: “Dia adalah pemain yang menentukan dalam skema kami. Kemampuannya membaca permainan dan mendistribusikan bola sangat vital.”

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 37 pertandingan, menyamai catatan Italia. Spanyol pun mencatatkan clean sheet keenam dalam tujuh laga Piala Dunia 2026. Kini mereka menunggu pemenang semifinal antara Argentina dan Inggris untuk menentukan lawan di final yang akan digelar di New Jersey, Minggu (19/7).

Bagi Prancis, kekalahan ini memupus harapan merebut gelar juara dunia untuk kedua kalinya. Pelatih Didier Deschamps mengakui keunggulan Spanyol: “Mereka bermain lebih baik, lebih terorganisir. Kami tidak bisa mengembangkan permainan karena tekanan konstan dari lini tengah mereka, terutama Fabián Ruiz.”

Spanyol kini berpeluang mengulang sukses 2010, di mana saat itu mereka juga mengalahkan Belanda di final. Dengan performa impresif Fabián Ruiz dan kolektifitas tim, La Roja layak difavoritkan. Publik sepak bola dunia menanti apakah Spanyol mampu merebut trofi keduanya setelah 16 tahun penantian.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup