Marcus Thuram dan Tas Mewah: Fenomena Fashion Pria yang Mengguncang Piala Dunia 2026
Plat Merah – Penyerang Timnas Prancis, Marcus Thuram, menjadi sorotan bukan hanya karena penampilannya di lapangan hijau, tetapi juga karena pilihan aksesori yang ia bawa saat tiba di Piala Dunia 2026. Marcus Thuram terlihat membawa tas Chanel XXL flap berwarna hijau cerah kolaborasi dengan Pharrell Williams, sebuah barang mewah yang langka dan eksklusif. Aksi Marcus Thuram ini memicu perbincangan hangat di media sosial dan dunia fashion, mengingat tas tangan biasanya identik dengan perempuan. Namun, kehadiran Marcus Thuram bersama rekan-rekannya seperti Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé yang juga membawa tas Hermès dan Louis Vuitton, menunjukkan bahwa tren fashion pria sedang bergeser.
Fenomena ini bukan sekadar gaya pribadi. Menurut analis fashion, pencarian untuk “tas tangan pria” melonjak 637 persen dalam setahun terakhir. Di Piala Dunia 2026, pemain seperti Marcus Thuram tidak hanya menjadi atlet, tetapi juga ikon fashion yang memengaruhi jutaan penggemar. Timnas Prancis, yang dikenal dengan julukan Les Bleus, tiba di Boston dengan membawa koleksi tas mewah yang membuat mereka disebut sebagai tim terbaik dalam hal fashion. Selain Marcus Thuram, pemain lain seperti Désiré Doué membawa Louis Vuitton x Murakami Keepall, sementara Erling Haaland dari Norwegia juga menjadi pusat perhatian dengan koleksi Hermès-nya.
Fenomena ini mencerminkan perubahan besar dalam industri fashion global. Selama bertahun-tahun, tas tangan adalah domain perempuan, tetapi kini pria mulai mendominasi kategori ini. Brand-brand mewah seperti Louis Vuitton, Chanel, dan Bottega Veneta semakin gencar memasarkan tas untuk pria. Louis Vuitton, misalnya, menampilkan Jackson Wang dalam kampanye Speedy terbaru, sementara Givenchy dan Valentino meluncurkan siluet tas baru untuk koleksi pria. Bahkan Chanel, yang belum memiliki lini pakaian pria, telah menunjuk A$AP Rocky dan Pedro Pascal sebagai duta merek, menunjukkan bahwa tas pria adalah masa depan fashion.
Namun, di balik gemerlap fashion, Marcus Thuram juga harus menghadapi kontroversi. Dalam final Piala Dunia 2022, ia mendapat kartu kuning karena diving, dan ada klaim bahwa gol Argentina yang dicetak Lionel Messi seharusnya dianulir karena pemain pengganti Argentina masuk lapangan sebelum bola melewati garis. Isu ini kembali mencuat menjelang semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol, di mana Marcus Thuram diharapkan menjadi andalan lini depan. Meski begitu, Marcus Thuram tetap fokus pada pertandingan dan regenerasi tim di bawah pelatih Didier Deschamps.
Kesimpulannya, Marcus Thuram adalah contoh sempurna bagaimana atlet modern tidak hanya berprestasi di olahraga, tetapi juga menjadi trendsetter di dunia fashion. Fenomena tas tangan pria yang dibawanya bersama rekan setimnya menandai era baru dalam industri mode, di mana batasan gender semakin kabur. Dengan popularitas yang terus meningkat, Marcus Thuram diprediksi akan terus menjadi ikon baik di lapangan maupun di luar lapangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













