Pedro Porro dan Selebrasi MiniPedro: Spanyol Hajar Prancis 2-0, Tantang Argentina di Final Piala Dunia 2026

Pedro Porro dan Selebrasi MiniPedro: Spanyol Hajar Prancis 2-0, Tantang Argentina di Final Piala Dunia 2026

Plat Merah – ARLINGTON – Pedro Porro menjadi pusat perhatian setelah mencetak gol krusial yang membawa Spanyol ke final Piala Dunia 2026. Bek kanan andalan La Roja itu tidak hanya memastikan kemenangan 2-0 atas Prancis di semifinal, tetapi juga mencuri hati para penggemar dengan selebrasi unik yang dipersembahkan untuk putranya, MiniPedro. Kini, Spanyol bersiap menghadapi Argentina dalam partai puncak yang dinanti-nantikan.

Pertandingan di AT&T Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB, berlangsung sengit sejak menit awal. Spanyol tampil dominan dengan penguasaan bola yang rapi, sementara Prancis mengandalkan serangan balik cepat. Namun, pertahanan Spanyol yang kokoh menjadi kunci keberhasilan mereka meredam agresivitas Les Bleus, terutama Kylian Mbappé yang selama ini menjadi momok lawan.

Gol pertama Spanyol lahir dari titik putih pada menit ke-22. Mikel Oyarzabal sukses mengeksekusi penalti setelah Lamine Yamal dijatuhkan di kotak terlarang. Eksekusi Oyarzabal yang keras dan akurat tak mampu dijangkau Mike Maignan. Gol ini menjadi pukulan telak bagi Prancis yang belum pernah tertinggal sepanjang turnamen.

Memasuki babak kedua, Spanyol semakin percaya diri. Pedro Porro menggandakan keunggulan pada menit ke-67 melalui skema serangan balik cepat. Setelah menerima umpan dari Dani Olmo, Porro melepaskan tembakan kaki kiri yang melesak ke pojok gawang Prancis. Selepas gol, Porro melakukan selebrasi dengan duduk bersila sambil mengepalkan tangan kanan ke atas—gerakan yang persis ditiru dari putranya yang hadir di tribun. “Dia melakukan gerakan itu saat saya mencetak gol. Saya melihatnya karena dia duduk di barisan depan. Jadi saya merayakannya dengan cara yang sama,” ujar Porro usai pertandingan. Momen ini langsung viral di media sosial dan menjadi salah satu kenangan paling berkesan bagi pemain Tottenham Hotspur tersebut.

Keberhasilan Pedro Porro dan lini belakang Spanyol tidak hanya terbatas pada gol. Sepanjang laga, Porro memenangi hampir setiap duel dengan Mbappé, yang biasanya sangat dominan. Statistik mencatat Mbappé hanya melepaskan tiga tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang, dan hanya berhasil melewati lawan sekali dari enam percobaan. Bek muda Pau Cubarsí dan Aymeric Laporte juga tampil gemilang, membuat Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen sebelum semifinal.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memuji semangat tim yang mengingatkan pada era kejayaan 2010. “Kami telah menghidupkan kembali semangat 2010. Karakter tim ini terlihat dari pemain yang tidak bermain pun tetap berlatih setelah pertandingan,” ujar De la Fuente. Ia menambahkan bahwa kunci kesuksesan adalah kesederhanaan dan tujuan bersama tanpa ego. Kemenangan ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 37 laga, menyamai catatan Italia.

Di kubu Prancis, gelandang Rayan Cherki mengakui keunggulan Spanyol dalam memenangkan bola kedua dan merebut penguasaan. “Mereka lebih baik dari kami dalam aspek itu. Itulah yang menentukan pertandingan,” kata Cherki. Sementara itu, Mbappé yang tampil frustrasi bahkan mendapat kartu kuning setelah melanggar Unai Simón. Ia dan beberapa pemain Prancis lainnya melewati zona campuran tanpa berbicara kepada media, meski FIFA mewajibkannya.

Dengan hasil ini, Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya sejak 2010. Mereka akan menghadapi Argentina yang sebelumnya menyingkirkan Brasil. Duel antara dua raksasa sepak bola ini diprediksi berlangsung sengit. Pedro Porro dan rekan-rekannya siap memberikan yang terbaik demi membawa pulang trofi. “Kami akan fokus menghadapi Argentina. Ini adalah final yang kami impikan,” tutup Porro.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup