Rashford Jadi Sorotan Usai Kekalahan Inggris dari Argentina: Tuchel Disalahkan, Bintang MU Tolak Tawaran Fenerbahce

Rashford Jadi Sorotan Usai Kekalahan Inggris dari Argentina: Tuchel Disalahkan, Bintang MU Tolak Tawaran Fenerbahce

Plat Merah – Kekalahan dramatis Inggris dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 menyisakan banyak cerita. Salah satu nama yang mencuat adalah Marcus Rashford, yang menjadi sorotan karena perannya yang terbatas dalam laga tersebut. Keputusan kontroversial pelatih Thomas Tuchel untuk tidak memainkan Rashford sejak awal hingga akhirnya baru dimasukkan saat Inggris tertinggal, menuai kritik dari para pemain dan pengamat.

Menurut laporan, sejumlah pemain Inggris merasa ‘terpana’ dengan strategi Tuchel yang memilih memasukkan tiga pemain bertahan—Ezri Konsa, Dan Burn, dan Nico O’Reilly—saat Inggris unggul 1-0 melalui gol Anthony Gordon. Alih-alih memanfaatkan kecepatan Rashford atau Bukayo Saka untuk melakukan serangan balik, Tuchel justru memilih formasi 5-4-1 yang defensif. Keputusan ini berbuah petaka ketika Argentina berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 dalam waktu tujuh menit.

Di luar lapangan, masa depan Marcus Rashford di Manchester United juga menjadi topik hangat. Pemain berusia 28 tahun yang musim lalu dipinjamkan ke Barcelona itu dikabarkan menolak tawaran dari Fenerbahce. Rashford lebih memilih kembali ke Old Trafford untuk bersaing di bawah asuhan Michael Carrick. Namun, jika ada tawaran dari klub top Eropa, United tidak menutup kemungkinan melepasnya. Klub bahkan telah menyiapkan rencana untuk merekrut Crysencio Summerville dari West Ham sebagai pengganti Rashford.

Sementara itu, mantan pemain Inggris, Andros Townsend, membela Tuchel atas kritik yang dialamatkan padanya. Townsend menilai bahwa kegagalan pemain dalam memenangkan duel udara dan menjaga konsentrasi di menit-menit akhir bukanlah kesalahan pelatih. Ia juga menganggap keputusan memasukkan Nico O’Reilly untuk menjaga Lionel Messi adalah langkah yang cerdas, karena Messi sering turun ke lini tengah untuk mencari bola. “Memasukkan Rashford untuk menjaga Messi tidak masuk akal,” ujar Townsend.

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Inggris yang gagal mencapai final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1966. Tuchel sendiri membela keputusannya dengan mengatakan bahwa jutaan pelatih di luar sana mungkin merasa tahu yang terbaik, tetapi ia harus mengambil keputusan berdasarkan analisis pertandingan.

Kesimpulannya, kegagalan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 tidak hanya disebabkan oleh taktik Tuchel, tetapi juga eksekusi pemain di lapangan. Di sisi lain, Rashford harus memikirkan langkah selanjutnya dalam kariernya, apakah akan kembali bersinar di Manchester United atau mencari tantangan baru di klub lain. Yang jelas, nama Rashford akan terus menjadi perbincangan di bursa transfer musim panas ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup