Cucurella Siap Tato Wajah Pelatih Demi Gelar Juara Piala Dunia 2026

Cucurella Siap Tato Wajah Pelatih Demi Gelar Juara Piala Dunia 2026

Plat Merah – Menjelang final Piala Dunia 2026, bek kiri Spanyol Marc Cucurella membuat pernyataan mengejutkan. Ia berjanji akan menato wajah pelatih Luis de la Fuente di lengannya jika La Roja berhasil mengalahkan Argentina di partai puncak. Tak hanya itu, Cucurella juga mengancam akan pensiun dari tim nasional setelah turnamen ini. Janji berani ini menambah motivasi tim Spanyol yang sudah tampil impresif sepanjang turnamen.

Cucurella, yang menjadi pilar penting di lini belakang, selalu tampil penuh dalam setiap pertandingan. Perannya krusial membawa Spanyol ke final untuk pertama kalinya sejak 2010. Dalam wawancara dengan El Partidazo de COPE, Cucurella mengungkapkan, “Kalau kami juara, saya akan buat tato wajah Luis de la Fuente di bicep.” Ia juga menambahkan, “Dengan trofi Euro dan Piala Dunia, tak ada lagi yang bisa diminta.”

Namun, bukan hanya Cucurella yang membuat janji. Bintang muda Lamine Yamal juga ikut serta. Ia berjanji akan menumbuhkan janggut dan kumis penuh selama tiga minggu jika Spanyol menang. Yamal, yang selalu clean-shaven sejak debut profesionalnya, tampak serius dengan janji tersebut.

Spanyol akan menghadapi Argentina di MetLife Stadium, New Jersey, pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Pertandingan ini mempertemukan dua pelatih yang memiliki hubungan guru-murid: Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni. Scaloni mengakui bahwa De la Fuente adalah sosok yang mengajarinya saat mengambil lisensi kepelatihan di Spanyol.

Perjalanan Spanyol ke final terbilang impresif. Mereka menyingkirkan Prancis di semifinal dengan skor 2-0, setelah sebelumnya mengalahkan Portugal dan Belgia. Argentina, di sisi lain, harus melewati jalan berat dengan kemenangan dramatis atas Mesir, Swiss, dan Inggris. Kedua tim sama-sama memiliki identitas permainan yang kuat: Spanyol dengan penguasaan bola khasnya, sementara Argentina mengandalkan kecepatan dan agresivitas.

Statistik menunjukkan bahwa Spanyol belum pernah kalah dalam penguasaan bola di Piala Dunia selama 28 pertandingan berturut-turut. Filosofi sepak bola Spanyol yang berpusat pada bola telah menjadi ciri khas sejak era 2010. Namun, kali ini mereka menambahkan elemen kecepatan dan vertikalitas. Pemain seperti Cucurella, Yamal, dan Pedri sering menerima bola di bawah tekanan, menunjukkan kemampuan mereka dalam ruang sempit.

Pelatih De la Fuente, yang pernah menangani tim U-21 dan Olimpiade, telah membawa kesinambungan dalam sistem permainan. Delapan pemain yang pernah ia latih di Olimpiade 2021 kini berada di skuad final. Hal ini menciptakan chemistry yang kuat di lapangan.

Jika Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2026, maka Cucurella harus menepati janjinya: menato wajah pelatih. Namun, terlepas dari itu, fokus utama tim adalah meraih kemenangan. Pertandingan final akan menjadi ujian terbesar bagi Cucurella dan rekan-rekannya. Apakah mereka mampu mengulangi kesuksesan 2010? Atau justru Argentina yang akan mengangkat trofi? Semua akan terjawab di lapangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup