Proyek Renovasi Stadion Barbera Terancam Gagal, Palermo FC Ancam Mundur dari Restyling

Proyek Renovasi Stadion Barbera Terancam Gagal, Palermo FC Ancam Mundur dari Restyling

Plat Merah – Palermo FC berada di persimpangan jalan terkait proyek renovasi Stadion Renzo Barbera yang bernilai lebih dari 300 juta euro. Klub asal Sisilia itu mengancam akan menarik diri dari inisiatif restyling stadion setelah muncul perbedaan pendapat dengan Pemerintah Kota Palermo mengenai perubahan teknis pada rancangan akhir. Padahal, proyek ini menjadi krusial untuk mendukung pencalonan Palermo sebagai tuan rumah pertandingan Euro 2032.

Pada Selasa malam, 28 Juli 2026, kantor walikota menyelesaikan draf keputusan yang akan dibahas di dewan kota. Namun, draf tersebut memuat sejumlah perubahan yang dinilai Palermo FC telah ‘menjungkirbalikkan secara radikal’ proposal awal yang diajukan klub. Direktur Utama Palermo FC, Giovanni Gardini, menyampaikan surat resmi kepada dewan kota dan Wali Kota Roberto Lagalla yang menyatakan bahwa klub tidak dapat melanjutkan proyek dalam kondisi seperti itu.

Dalam suratnya, Gardini menegaskan bahwa Palermo FC telah berinvestasi besar-besaran, termasuk kesediaan menambah dana 30 juta euro untuk menutupi kekurangan pendanaan publik. Namun, modifikasi yang dilakukan oleh sekretaris jenderal dan akuntan umum kota dinilai telah mengganggu keseimbangan Rencana Ekonomi dan Keuangan (PEF). ‘Kami bangga telah menawarkan sesuatu yang benar-benar luar biasa, dengan investasi swasta lebih dari 250 juta euro, namun kami tidak bisa melanjutkan jika fondasi proyek diubah secara fundamental,’ tulis Gardini.

Wali Kota Lagalla merespons dengan pernyataan resmi yang menekankan bahwa perubahan yang dilakukan bersifat teknis-akuntabel dan tidak mengubah substansi proyek. ‘Kami telah bekerja selama sepuluh bulan dengan semangat kolaborasi. Perubahan yang dimasukkan oleh kantor teknis adalah prosedur standar dan tidak mempengaruhi keseimbangan ekonomi-finansial. Proyek ini tetap strategis bagi kota,’ ujar Lagalla. Ia juga mengimbau Palermo FC untuk tetap duduk bersama demi kepentingan bersama.

Di tengah ketidakpastian stadion, Palermo FC tetap melanjutkan persiapan musim. Tim asuhan Filippo Inzaghi telah menjalani serangkaian laga uji coba, termasuk kemenangan 8-0 atas FC Gherdëina dan 7-0 atas FC Paradiso, serta hasil imbang 2-2 melawan FC Nürnberg. Pada 29 Juli 2026, Palermo FC dijadwalkan menghadapi Iraklis 1908 dalam laga persahabatan di Val Gardena. Pertandingan ini menjadi ajang uji coba taktik dan kondisi fisik pemain menjelang musim baru.

Sementara itu, bursa transfer Palermo FC juga bergerak. Klub resmi mengumumkan perekrutan bek Federico Barba, yang sebelumnya bermain untuk Persib Bandung. Barba, 32 tahun, langsung bergabung dalam sesi latihan pagi dan akan diperkenalkan secara resmi dalam konferensi pers. Kehadirannya diharapkan memperkuat lini belakang Palermo FC yang musim lalu tampil solid.

Krisis stadion ini menjadi ujian bagi hubungan antara Palermo FC dan pemerintah kota. Dengan tenggat waktu 31 Juli 2026 untuk pengajuan kandidatur Euro 2032, waktu sangat sempit. Jika proyek gagal, tidak hanya Palermo FC yang dirugikan, tetapi juga ambisi kota untuk menjadi tuan rumah turnamen besar. Semua mata kini tertuju pada sidang dewan kota yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Kesimpulannya, masa depan Stadion Renzo Barbera masih menggantung. Palermo FC tetap berkomitmen pada visi stadion modern, namun menuntut kepastian dan konsistensi dari mitra publik. Dialog antara kedua belah pihak menjadi kunci untuk menyelamatkan proyek yang dinilai strategis bagi kebangkitan sepak bola Palermo.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup