Jemaah Haji Jember Ramai Berburu Oleh-Oleh Menjelang Kepulangan ke Tanah Air
Plat Merah – Menjelang kepulangan ke Tanah Air, jemaah haji asal Kabupaten Jember ramai berburu oleh-oleh di Makkah. Aktivitas belanja ini menjadi kesibukan utama para jemaah sebelum kembali ke Indonesia pada 24-26 Juni 2026.
Kepala KUA Sumersari yang juga petugas haji, Choirul Anwar, menyebutkan oleh-oleh yang dibeli umumnya berupa kurma, pakaian, sajadah, dan mainan untuk keluarga. “Jemaah membeli oleh-oleh untuk keluarga, sebagai souvenir atau tanda mata dari ibadah haji. Dengan harapan mudah-mudahan bisa dipanggil kembali ke Tanah Suci dan hajinya menjadi mabrur,” katanya.
Choirul menjelaskan sebagian besar jemaah di kloternya masih menyisakan ruang di koper untuk berbelanja saat di Madinah. Namun, ia mengingatkan jemaah untuk memperhatikan batas berat bagasi yang diperbolehkan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember, Nur Sholeh, menambahkan bahwa koper besar jemaah kini sudah penuh, bahkan sesak. “Ada yang membeli baju, kurma, sajadah, hingga mainan untuk cucu dan keponakan,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Sejumlah jemaah memilih mengirimkan oleh-oleh melalui jasa pengiriman khusus dari Makkah ke Indonesia karena kapasitas koper tidak mencukupi. Nur Sholeh menyebut biaya pengiriman mencapai 23 riyal atau sekitar Rp115 ribu per kilogram.
Petugas mengingatkan jemaah untuk mematuhi ketentuan bagasi penerbangan: koper besar maksimal 32 kilogram, tas kabin maksimal 7 kilogram. Selain itu, air zamzam dilarang dimasukkan ke dalam koper maupun tas kabin. “Di bandara ada alat deteksi untuk memastikan tidak ada barang-barang yang dilarang masuk ke bagasi,” tegas Nur Sholeh.
Meski sudah diimbau, masih ada jemaah yang nekat menyimpan air zamzam di koper, yang dapat memperlambat proses pemeriksaan bagasi. Nur Sholeh menegaskan setiap jemaah akan mendapat jatah air zamzam resmi sebanyak lima liter saat tiba di Asrama Haji, sebelum kembali ke daerah masing-masing.
Jemaah haji asal Jember dijadwalkan pulang secara bertahap pada 24-26 Juni 2026 sesuai kelompok terbang. Kedatangan di Kabupaten Jember diperkirakan pada 25-27 Juni 2026. Nur Sholeh berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kelancaran hingga kembali berkumpul dengan keluarga. “Kami mohon doa dari masyarakat Jember agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam perjalanan, dan pulang dengan predikat haji mabrur,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












