Pedestrian Deck Dukuh Atas Bisa Pangkas Waktu Jalan Kaki 4-5 Menit
PlatMerah.com, Jakarta – PT MRT Jakarta (Perseroda) membeberkan progres pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas. Proyek yang diinisiasi bersama Pemprov DKI Jakarta ini kini memasuki masa tender kontraktor. Kehadirannya diharapkan menjadi tonggak utama pengembangan transit-oriented development (TOD) di kawasan Dukuh Atas.
Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan, menyebut pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas ditargetkan dimulai pada November tahun ini dan selesai pada akhir tahun 2028. “Basic design sudah selesai, sekarang lagi tender kontraktor, harapannya kontraktor bisa on board di bulan November, targetnya beres di akhir 2028,” kata Agus.
Pemangkasan Waktu Jalan Kaki Antar Moda
Agus menjelaskan, dengan adanya Pedestrian Deck Dukuh Atas, waktu berjalan kaki antar kuadran bisa dipangkas 2-5 menit. “Kalau dari titik antar moda ini sebenarnya ada penghematan sekitar 2-3 menit. Tapi yang paling signifikan adalah dari sisi Landmark mau ke Shangrila (di Kompleks Kota BNI). Sekarang ini yang paling kacau karena dia harus dari bawah balik ke atas, ke selatan, dan itu saya ingat bisa menghemat sekitar 4-5 menit,” ujarnya saat ditemui di kantor MRT Jakarta, Transport Hub, Kamis (30/7).
Penghematan waktu tersebut menjadi salah satu nilai utama proyek ini. Dengan koneksi yang lebih langsung dan nyaman, para pengguna transportasi umum diharapkan semakin beralih ke moda berbasis rel.
Empat Kuadran Pengembangan Kawasan
Dalam rancangan yang diterima, MRT Jakarta membagi area pengembangan kawasan Dukuh Atas menjadi 4 kuadran. Pembagian ini muncul karena adanya perpotongan Sungai Ciliwung dan Jl Jenderal Sudirman.
- Kuadran 1: Koneksi ke Stasiun MRT Dukuh Atas dan Stasiun KA Bandara BNI City.
- Kuadran 2: Koneksi ke Jl Jenderal Sudirman dan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas.
- Kuadran 3: Tersambung dengan Kompleks Kota BNI, yang terdiri dari ragam perkantoran dan apartemen.
- Kuadran 4: Koneksi ke stasiun LRT Jakarta di masa mendatang, Halte Transjakarta Galunggung, dan Kompleks Landmark.
Pedestrian Deck ini dirancang untuk menghubungkan keempat kuadran tersebut, sehingga memudahkan pergerakan pejalan kaki di kawasan yang padat aktivitas ini.
Pemecah Keramaian Terowongan Kendal
Sementara itu, TOD Planning Department Head MRT Jakarta, Sagita Devi, menjelaskan bahwa Pedestrian Deck Dukuh Atas diproyeksikan bisa memecah keramaian di Terowongan Kendal yang saat ini menjadi satu-satunya akses ke 4 kuadran di Dukuh Atas. Dengan adanya alternatif akses baru, diharapkan kepadatan di terowongan tersebut dapat berkurang.
Sagita juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengkaji pembuatan ruang khusus drop-off untuk ojek online di titik-titik tertentu di sekitar Pedestrian Deck Dukuh Atas. “Mungkin ke depan kita juga akan mendorong pemilik lahan sekitar untuk menyediakan kantong-kantong pengendapan ojol di area mereka,” tuturnya.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan integrasi antarmoda dan kualitas ruang publik di Jakarta. Dengan selesainya pembangunan, diharapkan kawasan Dukuh Atas menjadi lebih terhubung, efisien, dan ramah bagi pejalan kaki.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













