IWAPI Jember Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara: Upaya Menciptakan Kesadaran Kesehatan Perempuan

IWAPI Jember Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara: Upaya Menciptakan Kesadaran Kesehatan Perempuan

Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan

Plat Merah – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jember kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan perempuan. Melalui pertemuan rutin anggota yang berlangsung pada Jumat (26/6/2026), organisasi ini menggelar sesi edukasi khusus tentang deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Kegiatan diprakarsai oleh Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Kesehatan dan Perlindungan Anak IWAPI, yang melihat pentingnya intervensi dini sebagai kunci pengurangan angka kematian akibat kanker.

Peran HPV dalam Kanker Serviks

Narasumber kegiatan, Bd. Tyas Edi Winarsih, S.ST., M.M., menjelaskan bahwa Human Papillomavirus (HPV) merupakan penyebab utama kanker serviks. Virus ini menyebar melalui kontak seksual dan dapat menetap di tubuh tanpa gejala selama bertahun-tahun. Menurut Tyas, infeksi HPV berpotensi berkembang menjadi kanker serviks dalam 5 hingga 10 tahun. “Pencegahan dan skrining harus dimulai sebelum gejala muncul, terutama bagi perempuan di atas 50 tahun,” tegasnya.

Jenis TesTujuanFrekuensi
Pemeriksaan IVADeteksi lesi serviksSetiap 3-5 tahun
Pap SmearSkrining sel serviksSetiap 3 tahun
Vaksin HPVPencegahan infeksi HPVSebelum aktif seksual

Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai

Sebagai bagian dari agenda edukasi, peserta juga diberikan pemaharan tentang gejala kanker payudara. Berikut adalah ciri-ciri yang perlu diwaspadai:

  • Benjolan yang tidak nyeri di payudara
  • Perubahan bentuk atau ukuran payudara
  • Kulit berkerut atau kemerahan
  • Puting tertarik ke dalam
  • Keluarnya cairan atau darah dari puting

Tyas menekankan pentingnya metode SADARI (Self-Examination of the Breast) yang dilakukan setiap bulan. Metode ini melibatkan pemeriksaan visual dan fisik payudara untuk mendeteksi perubahan awal.

Data dan Statistik yang Membangun Kesadaran

Berdasarkan data yang disajikan, Indonesia menghadapi tantangan serius dalam isu kanker serviks. Setiap hari tercatat sekitar 100 kasus baru, dengan 57 perempuan meninggal akibat penyakit ini. Angka ini menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan akses layanan kesehatan serta kampanye edukasi.

Implikasi Global dan Lokal

Upaya IWAPI Jember tidak hanya bersifat lokal, melainkan berkontribusi pada agenda kesehatan global. Organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan vaksinasi HPV dan skrining rutin sebagai strategi utama pengendalian kanker serviks. Di tingkat nasional, program seperti Gerakan Nasional Sadar Kanker (GNSK) sejalan dengan inisiatif IWAPI dalam menjangkau komunitas pedesaan yang rentan.

StrategiManfaatCakupan
Vaksin HPV85-90% perlindunganPerempuan 9-45 tahun
IVADeteksi dini lesiRumah sakit/puskesmas
SADARIDeteksi dini gejalaDi rumah

Komitmen IWAPI Jember

IWAPI Jember berkomitmen menjadikan anggotanya sebagai agen edukasi kesehatan di tingkat masyarakat. Selain kegiatan edukasi, organisasi ini menyiapkan program kolaborasi dengan fasilitas kesehatan setempat untuk menyediakan layanan skrining gratis bagi perempuan kurang mampu. “Kita harus menyatukan upaya untuk memastikan tidak ada perempuan yang kehilangan nyawa akibat kurangnya pengetahuan,” ujar Ketua IWAPI Jember.

Langkah ini juga mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Jember yang mengapresiasi inisiatif pihak swasta dalam mengatasi masalah kesehatan publik. Dengan pendekatan edukasi yang inklusif, IWAPI berharap dapat mengurangi stigma seputar pemeriksaan kanker dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam program pemerintah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup