IKA Polsri Gelar Pembekalan Calon Alumni 2026, Tingkatkan Kesiapan Kerja dan Daya Saing Lulusan
Plat Merah – Palembang – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali menegaskan komitmen dalam mencetak lulusan vokasi yang siap kerja melalui program inovatif. Pada Kamis, 9 Juli 2026, institusi ini bekerja sama dengan Ikatan Alumni Polsri (IKA Polsri) menyelenggarakan Pembekalan Calon Alumni Tahun 2026. Kegiatan bertajuk “Membangun Kompetensi Generasi Emas Vokasi” ini dihadiri lebih dari 500 mahasiswa tingkat akhir dari berbagai jurusan, serta tokoh pendidikan, pengusaha, dan profesional dari berbagai sektor.
Konteks Kebijakan Pendidikan Vokasi
Direktur Polsri, Irawan Rusnadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan implementasi dari kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. “Pendidikan vokasi di Indonesia harus mampu menghasilkan lulusan yang bukan hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki soft skills yang mendukung adaptasi di era industri 4.0,” ujarnya. Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) menunjukkan bahwa tingkat penyerapan lulusan vokasi di Indonesia masih berkisar 72%, dengan tren peningkatan 2% setiap tahun terakhir.
Kompetensi yang Dibekali
Kegiatan ini mencakup tiga pilar utama:
- Strategi meraih kesuksesan karier,
- Technique simulasi wawancara kerja,
- Penyusunan personal branding digital.
Narasumber terdiri dari alumni Polsri yang telah menempati posisi strategis di perusahaan multinasional, BUMN, dan startup teknologi.
Kolaborasi Alumni dan Institusi
Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah, yang menjabat sebagai Ketua Umum IKA Polsri, menyatakan bahwa inisiatif ini menegaskan pentingnya sinergi antara alumni dan kampus. “Kami berkomitmen mendukung program yang meningkatkan daya saing lulusan, karena 85% alumni Polsri yang aktif di jaringan IKA siap membuka peluang kerja bagi adik-adik mereka,” terang Ludi dalam sambutannya.
| No. | Nama Narasumber | Jabatan | Pembicaraan Utama |
|---|---|---|---|
| 1 | Ade Putra | CTO PT TeknoIndo | Disruptif Thinking di Era Digital |
| 2 | Rina Sari | Kepala Divisi SDM Bank Nusantara | Manajemen Karier di BUMN |
| 3 | Andi Pratama | Founder Startup Agritech | Kewirausahaan Berbasis Inovasi |
Implikasi Program untuk Industri
Program ini diharapkan menghasilkan dampak signifikan dalam tiga tahun ke depan:
- Meningkatkan tingkat penyerapan kerja lulusan Polsri dari 72% menjadi 85%
- Menurunkan rasio lulusan yang menganggur dari 15% menjadi 8%
- Meningkatkan jumlah startup didirikan alumni dari 25 menjadi 50 per tahun
Data ini selaras dengan target Kementerian Pendidikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2023-2028.
Kontroversi dan Tantangan
Sejumlah kritikus pendidikan menyoroti adanya kesenjangan antara kurikulum vokasi dan kebutuhan industri. Dr. Siti Nurhalimah, pakar pendidikan dari Universitas Negeri Padang, mengatakan, “Program pembekalan ini adalah langkah baik, tetapi perlu diikuti dengan revisi kurikulum yang lebih responsif terhadap tren pasar tenaga kerja.” Ia menyarankan penambahan program magang berbayar dan pelatihan kejuruan berbasis proyek.
Evaluasi Partisipan
Evaluasi awal menunjukkan 92% peserta puas dengan materi program. Sejumlah harapan muncul dari survei pasca-kegiatan:
- Meningkatkan frekuensi pelatihan menjadi 4 kali per tahun
- Membuka akses ke database lowongan kerja eksklusif
- Mengadakan mentoring 1:1 dengan narasumber
Polsri berkomitmen mengakomodir saran tersebut dalam program tahun depan.
Langkah ini menjadi bagian dari inisiatif nasional dalam menciptakan SDM unggul yang mampu menghadapi tantangan global. Dengan fokus pada integrasi soft skills dan hard skills, Polsri berupaya menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis, sekaligus memupuk semangat inovasi di kalangan generasi muda Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













