Global English Pare Gandeng Pelatihan Bahasa Inggris untuk Pemuda Banjarmasin: Langkah Strategis Menuju Generasi Kompeten
Latar Belakang Kebijakan Bahasa Inggris di Banjarmasin
Plat Merah – Kota Banjarmasin, sebagai pusat ekonomi dan budaya Kalimantan Selatan, selama beberapa dekade terakhir menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusianya. Meskipun wilayah ini kaya akan potensi logistik dan perdagangan, data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat penguasaan bahasa Inggris di kalangan pemuda masih di bawah rata-rata nasional, yakni sekitar 28 persen pada 2025. Pemerintah Kota menanggapi kondisi ini dengan meluncurkan program Dari Banua untuk Dunia, Belajar Inggris Barataan yang bertujuan menutup kesenjangan kompetensi bahasa asing.
Mekanisme Program dan Peran Global English Pare
Global English Kampung Inggris Pare, lembaga pendidikan yang berpengalaman melatih ribuan siswa sejak 2005, ditunjuk sebagai mitra strategis. Pada 16 Juli 2026, tim pendampingan yang dipimpin oleh co‑founder Agus Tri Winarso tiba di Banjarmasin untuk memulai fase intensif pelatihan. Program terbagi menjadi tiga tahap utama:
- Pra‑pelatihan (1‑30 Juni 2026): kombinasi kelas daring dan tatap muka untuk menilai level dasar peserta.
- Intensif (16 Juli‑awal September 2026): sesi mingguan dengan materi komunikasi bisnis, presentasi, dan literasi digital berbahasa Inggris.
- Penghargaan & Lanjutan (September 2026): peserta berprestasi diberikan beasiswa kunjungan belajar selama dua minggu ke Kampung Inggris Pare.
Jadwal Rinci Pelatihan
| Minggu | Materi Utama | Metode |
|---|---|---|
| 1 (16‑22 Jul) | Pengenalan Fonetik & Pengucapan | Workshop praktik + audio‑visual |
| 2 (23‑29 Jul) | Keterampilan Mendengarkan dalam Konteks Bisnis | Simulasi pertemuan & role‑play |
| 3 (30 Jul‑5 Aug) | Menulis Email & Laporan Profesional | Latihan menulis + peer review |
| 4‑6 (6‑26 Aug) | Presentasi Publik & Negosiasi | Public speaking clinic + feedback video |
| 7‑8 (27 Aug‑9 Sep) | Ujian Akhir & Seleksi Beasiswa | Tes tertulis, wawancara, penilaian proyek |
Peran Stakeholder Lokal
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, menegaskan bahwa investasi pada sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) dengan lembaga swasta seperti Global English Pare akan memperkuat jaringan pembelajaran berkelanjutan. Selain itu, sejumlah komunitas pemuda lokal, termasuk kelompok Tech Start‑Up Banjarmasin dan Forum Seni Budaya Banua, menyatakan dukungan dengan menyediakan tempat latihan, akses internet, dan mentor sukarelawan.
Dampak yang Diharapkan
Berikut rangkaian dampak jangka pendek hingga menengah yang diantisipasi:
- Peningkatan Employability: Menurut survei internal Global English, lulusan program serupa mencatat kenaikan 35 % dalam peluang kerja di sektor logistik, pariwisata, dan layanan publik.
- Penguatan Ekonomi Kreatif: Kemampuan berbahasa Inggris membuka akses ke pasar internasional, khususnya bagi UMKM yang ingin mengekspor produk khas Banua.
- Pengembangan Komunitas Bahasa: Diharapkan terbentuk klub diskusi bahasa di taman kota, perpustakaan, dan ruang coworking, menciptakan ekosistem belajar mandiri.
- Pengaruh Kebijakan Pendidikan: Keberhasilan program dapat menjadi model replikatif bagi kota lain di Kalimantan, mendorong alokasi anggaran yang lebih besar pada pelatihan bahasa asing.
Tantangan dan Prospek Ke Depan
Walaupun antusiasme tinggi, beberapa kendala tetap perlu diatasi:
- Keterbatasan Infrastruktur: Beberapa wilayah pinggiran masih mengalami gangguan jaringan internet, menghambat akses daring.
- Motivasi Berkelanjutan: Setelah fase intensif selesai, diperlukan mekanisme pemeliharaan semangat belajar, misalnya melalui kompetisi bahasa tahunan.
- Sinkronisasi Kurikulum: Integrasi materi pelatihan dengan kurikulum sekolah menengah masih dalam tahap pilot.
Solusi yang sedang diuji meliputi penyediaan hotspot Wi‑Fi publik, program beasiswa mikro, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi lokal untuk sertifikasi kompetensi.
Kronologi Singkat
1 Juni 2026 – Mulai pra‑pelatihan daring; 15 Juni 2026 – Seleksi peserta fase luring; 16 Juli 2026 – Kedatangan tim Global English Pare; 1 Agustus 2026 – Peluncuran kompetisi menulis “Banua Story” berbahasa Inggris; 9 September 2026 – Ujian akhir dan pengumuman beasiswa; September 2026 – Kunjungan dua minggu ke Pare bagi 5 peserta terpilih.
Penutup
Program Dari Banua untuk Dunia, Belajar Inggris Barataan menandai titik balik bagi generasi muda Banjarmasin. Dengan dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas, penguasaan bahasa Inggris tidak lagi menjadi sekadar kompetensi tambahan, melainkan katalisator transformasi sosial‑ekonomi. Bila momentum ini berhasil dipertahankan, Banjarmasin berpotensi menjadi contoh kota yang menukar keterbatasan sumber daya alam dengan kekayaan modal manusia berbahasa global, membuka jalan bagi peluang kerja yang datang kepada mereka, bukan sebaliknya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













