Komisi X DPR Minta Sekolah Terdampak Karhutla Dipertimbangkan Libur Sementara

Komisi X DPR Minta Sekolah Terdampak Karhutla Dipertimbangkan Libur Sementara

PlatMerah.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, meminta pemerintah mempertimbangkan peliburan sekolah sementara di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diusulkan sebagai upaya melindungi kesehatan anak-anak dari dampak kabut asap yang menurunkan kualitas udara menjadi berbahaya.

Usulan Libur Sekolah Sementara

Lalu Hadrian menegaskan bahwa peliburan sekolah perlu dilakukan apabila kualitas udara di suatu wilayah sudah berada pada tingkat yang tidak sehat bagi anak-anak. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas utama.

“Peliburan sekolah bukan berarti menghentikan proses pendidikan. Kebijakan ini dapat dilakukan sebagai langkah perlindungan sementara, dengan pembelajaran tetap dilaksanakan melalui metode daring atau penugasan dari rumah apabila kondisi memungkinkan,” ujarnya.

Kebijakan Berdasarkan Kondisi Wilayah

Keputusan untuk meliburkan sekolah harus didasarkan pada kondisi nyata di masing-masing wilayah terdampak. Pemerintah diharapkan mempertimbangkan data kualitas udara, tingkat paparan asap, serta rekomendasi dari instansi kesehatan dan kebencanaan setempat.

“Ketika kualitas udara sudah mengancam kesehatan, melindungi anak-anak bukan berarti mengabaikan pendidikan. Justru memastikan mereka tetap sehat adalah bagian dari tanggung jawab kita dalam menjaga keberlangsungan pendidikan,” tambah Lalu Hadrian.

Dampak Karhutla Terhadap Kesehatan Masyarakat

Usulan ini muncul di tengah peningkatan kasus gangguan kesehatan akibat karhutla di beberapa daerah. Kementerian Kesehatan melaporkan 151.965 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalimantan Barat dari 1 Januari hingga 7 Agustus 2026.

Kenaikan kasus ISPA juga tercatat di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah. Di Kalimantan Tengah, kasus ISPA naik dari 475 menjadi 547 kasus dalam satu hari pada Agustus 2026. Di Kalimantan Selatan, tren kasus ISPA meningkat sebesar 22,2 persen.

Selain ISPA, Kemenkes juga mencatat peningkatan kasus penyakit lain seperti asma, iritasi kulit, konjungtivitis, dan pneumonia di wilayah terdampak, termasuk Riau yang mencatat ribuan kasus ISPA selama Agustus 2026.

Alternatif Pembelajaran Selama Peliburan

Meski sekolah diliburkan sementara, proses belajar mengajar tidak serta merta berhenti. Pembelajaran dapat dialihkan ke metode daring atau dengan memberikan tugas yang dapat dikerjakan dari rumah. Hal ini penting agar anak-anak tetap mendapatkan pendidikan tanpa mengorbankan kesehatan mereka.

Peran Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah pusat dan daerah perlu bersinergi dalam menentukan kebijakan peliburan sekolah berdasarkan data dan rekomendasi terpercaya. Masyarakat juga diharapkan memahami kebijakan ini sebagai upaya perlindungan kesehatan anak-anak di tengah kondisi lingkungan yang memburuk.

Penanganan karhutla yang efektif dan mitigasi dampak asap menjadi kunci utama agar kondisi udara dapat segera membaik dan aktivitas sekolah dapat berjalan normal kembali.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup