Trump Tegaskan Kesepakatan Damai AS & Iran Dapat Tercapai Pekan Ini
Plat Merah – Washington, DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan bahwa kesepakatan damai dengan Iran dapat tercapai dalam waktu dekat. Dalam pernyataan terbarunya, Trump tegaskan kesepakatan damai AS & Iran dapat tercapai pekan ini, bahkan dalam hitungan hari. “Kami berada pada tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat baik, yang tidak akan memungkinkan Iran memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun,” ujar Trump kepada wartawan di sela pertandingan NBA, Selasa (9/6/2026).
Trump tegaskan kesepakatan damai AS & Iran dapat tercapai pekan ini dengan mengatakan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali setelah penandatanganan dokumen. “Selat itu akan dibuka segera setelah penandatanganan, yang bisa terjadi dalam dua atau tiga hari,” tegasnya. Ketika diminta mengklarifikasi tenggat waktu, Trump menjawab singkat, “Dua atau tiga hari, bukan minggu.”
Pernyataan tersebut kontras dengan unggahan Trump di Truth Social pada Rabu (10/6/2026) yang menuding Iran terlalu lama bernegosiasi. “Si Penindas Timur Tengah telah mati!!! Mereka terlalu lama bernegosiasi untuk kesepakatan yang akan menguntungkan mereka, sekarang mereka harus menanggung akibatnya!!!” tulisnya. Namun, sehari sebelumnya ia menyebut negosiasi bisa selesai dalam dua atau tiga hari. Inkonsistensi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan pengamat.
Sejak Maret 2026, Trump telah 38 kali mengeklaim kesepakatan dengan Iran sudah dekat. Klaim pertama dilontarkan pada 23 Maret, kurang dari sebulan setelah perang pecah pada 28 Februari. Saat itu, ia mengatakan “poin-poin kesepakatan utama, hampir semua poin kesepakatan” telah tercapai. Ironisnya, klaim tersebut terus berulang tanpa realisasi konkret hingga Juni 2026. Data CNN menunjukkan Trump membuat pernyataan serupa di berbagai kesempatan, termasuk wawancara dengan Axios, Fox News, dan unggahan di Truth Social.
Di lapangan, situasi justru memanas. Pada 9 Juni 2026, AS melancarkan serangan militer terhadap Iran sebagai balasan atas jatuhnya helikopter Apache milik AS di lepas pantai Oman. Iran kemudian membalas dengan menyerang 21 target militer AS di Timur Tengah. Eskalasi ini terjadi di tengah klaim Trump bahwa kesepakatan sudah di depan mata. Wakil Presiden AS JD Vance pun mendukung pernyataan Trump, meski mengakui kesepakatan bisa tercapai minggu depan atau beberapa bulan lagi.
Isu krusial yang masih diperdebatkan meliputi tuntutan AS agar Iran menghentikan total program nuklir dan menyerahkan hasil pengayaan uranium. Iran, di sisi lain, menuntut pencairan dana yang dibekukan akibat sanksi. Hingga kini, Iran belum mengonfirmasi klaim Trump. Meski demikian, Trump tegaskan kesepakatan damai AS & Iran dapat tercapai pekan ini, dan ia optimistis peluangnya besar.
Kesimpulannya, pernyataan Trump yang berulang kali menegaskan kesepakatan damai AS & Iran dapat tercapai pekan ini masih diuji oleh realitas di lapangan. Eskalasi militer dan kurangnya konfirmasi dari Iran menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang. Masyarakat internasional menanti realisasi dari klaim-klaim tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











