Bupati Fawait Ajak Alumni UNEJ Bersinergi Bangun Jember: Forum Baru Targetkan Kolaborasi Nasional dan Lokal
Kolaborasi Alumni UNEJ di Tengah Tantangan Pembangunan Jember
Plat Merah – Di tengah percepatan pembangunan Kabupaten Jember, Bupati Muhammad Fawait menggaungkan inisiatif kolaborasi dengan Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE). Inisiatif ini diungkapkan secara resmi saat menghadiri Gala Dinner KAUJE Fest 2026 di Pendapa Wahyawibawagraha, 4 Juli 2026. Kegiatan yang dihadiri 300 lebih alumni UNEJ, Rektor UNEJ, Wakil Ketua DPR RI, hingga kepala daerah dari 15 provinsi, menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem kolaboratif.
Kronologi Langkah Strategis Bupati Fawait
| Tahun | Inisiatif Kolaborasi | Capaian |
|---|---|---|
| 2023 | Penandatanganan MoU dengan 15 instansi | Realisasi anggaran hingga Rp 1,5 triliun |
| 2024 | Program Kembali ke Jember | 680 alumni kembali ke daerah |
| 2026 | Forum Jember Merajut Mimpi | Sedang dalam tahap penyusunan |
Strategi Penguatan Sinergi Nasional
Dalam sambutannya, Fawait menekankan bahwa alumni UNEJ yang tersebar di 27 provinsi Indonesia menyimpan potensi besar. “Alumni UNEJ tidak hanya sukses di bidang akademik, tapi juga dalam ekonomi kreatif, teknologi, dan pemerintahan. Mereka adalah ujung tombak transformasi Jember,” ujar Bupati yang menjabat sejak 2022 ini.
Program Strategis yang Didukung Alumni
- Program Digital Talent 2027 untuk melatih 5.000 pelajar
- Pengembangan kawasan wisata edukasi di Taman Nasional Baluran
- Kemitraan industri dengan alumni sektor manufaktur
- Peningkatan kualitas pendidikan melalui program mentor-mentee
Profil Alumni Penggerak Pembangunan
Statistik KAUJE menunjukkan 42% alumni tersebar di jabatan strategis. Beberapa nama yang disebut Fawait termasuk:
- Wiranto Saputra (CEO PT Cipta Teknologi Nusantara)
- Dewi Lestari (Ahli Waris Museum Joko Tjandra)
- Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung sebelumnya)
Analisis Dampak Kolaborasi
Ekonom Universitas Airlangga, Dr. Rina Suryadi, menilai kolaborasi ini akan menggerakkan ekonomi daerah. “Dengan keterlibatan alumni di 5 sektor strategis, diperkirakan kontribusi terhadap PDRB Jember meningkat 2-3% dalam 2 tahun. Fokus pada teknologi dan pariwisata akan mempercepat transformasi sektor riil,” papar Rina dalam wawancara eksklusif.
Forum Jember Merajut Mimpi: Visi dan Implementasi
Forum yang direncanakan meluncur Agustus 2026 ini akan memiliki struktur dualis:
- Badan Eksekutif: 15 anggota alumni terpilih
- Badan Pengawas: 5 perwakilan pemerintah daerah
Forum akan fokus pada 3 area:
- Penyediaan modal usaha melalui skema kemitraan
- Program akselerasi inovasi teknologi
- Program pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri
Proyeksi Anggaran dan Sumber Pendanaan
| Komponen | Anggaran (Rp) | Sumber |
|---|---|---|
| Pelatihan Digital | 150.000.000.000 | APBD & Swasta |
| Infrastruktur Wisata | 300.000.000.000 | Kementerian Pariwisata |
| Pengembangan SDM | 100.000.000.000 | CSR Alumni |
Tantangan dan Peluang
Salah satu tantangan yang diakui Fawait adalah koordinasi antar alumni yang tersebar di 42 negara. “Kita butuh sistem digital yang terintegrasi untuk memastikan partisipasi aktif. Tahun depan akan kita bangun platform online yang mirip LinkedIn, khusus alumni UNEJ,” tambah Bupati yang juga dikenal vokal di media sosial.
Warga Jember pun menyambut baik inisiatif ini. Ibu Siti (58), warga Linggoasri, berharap program ini bisa mengurangi angka pengangguran di daerahnya. “Anak muda harus punya pelatihan. Banyak dari mereka ingin bekerja, tapi tidak punya keterampilan yang dibutuhkan industri,” ujar ibu rumah tangga yang juga relawan lingkungan ini.
Meskipun penuh potensi, kritik dari kalangan akademis tetap muncul. Prof. Teguh Hadi menyebut perlu kajian lebih dalam: “Kolaborasi ini berisiko menjadi program simbolis jika tidak diikuti dengan kebijakan struktural. Evaluasi kinerja perlu dilakukan setiap 6 bulan.”
Bagi Bupati Fawait, momentum KAUJE Fest 2026 menjadi titik awal yang strategis. Dengan 12% anggaran APBD dialokasikan untuk program kolaborasi alumni dan 30% dari APBD Jember berasal dari pendapatan daerah, inisiatif ini bisa menjadi model pembangunan partisipatif yang inovatif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








