Tragedi di Tol Pasuruan: Dua Staf Gus Hilman Meninggal, DPR RI Selidiki Penyebab Kecelakaan

Tragedi di Tol Pasuruan: Dua Staf Gus Hilman Meninggal, DPR RI Selidiki Penyebab Kecelakaan

Plat Merah – Sosok 2 staf anggota DPR RI Gus Hilman yang tewas kecelakaan bersama rombongan di Tol Pasuruan [titlebase] menjadi sorotan utama setelah insiden tragis pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kecelakaan tersebut menimpa mobil Toyota Innova yang dikendarai oleh sopir Mahrus Ali, membawa anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi alias Gus Hilman, serta dua staf pendampingnya. Dua korban tewas di lokasi, sementara Gus Hilman selamat dengan luka patah tulang.

Menurut keterangan resmi dari Satlantas Polres Probolinggo, mobil Innova melaju dari arah timur ke barat di jalur kanan Tol Pasuruan‑Probolinggo, tepatnya di KM 834, Desa Posangit Lor, Kecamatan Wonomerto. Di depan mobil tersebut terdapat dump truck yang bergerak searah di lajur kiri. Karena sopir Innova diduga mengalami kelelahan dan mengantuk, kendaraan tidak dapat mengendalikan jarak aman dan menabrak bak belakang kanan dump truck, menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan mobil.

Korban yang meninggal adalah Alex Anwaruh, 25 tahun, warga Kabupaten Gresik, dan Adinda Najwa, 26 tahun, asal Kota Tangerang Selatan. Kedua korban berada di kursi penumpang bersama Gus Hilman pada saat tabrakan. Identitas lengkap mereka tercantum dalam laporan resmi, dan jenazah telah dipulangkan ke keluarga masing‑masing setelah proses identifikasi selesai.

Polisi setempat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan metode Traffic Accident Analysis (TAA). Tim forensik Polda Jawa Timur memetakan enam titik utama di lokasi, mengukur kecepatan, sudut tabrakan, serta kondisi fisik kendaraan. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah, menyatakan bahwa analisis TAA akan memberikan gambaran detail mengenai faktor manusia, teknis, dan lingkungan yang berkontribusi pada tragedi ini.

Gus Hilman berhasil dievakuasi ke RSUD dr. Soetomo Surabaya, di mana ia menjalani operasi pada bagian kaki. Setelah operasi, hasil CT‑scan dan pemeriksaan lanjutan dinyatakan normal, dan pasien kini berada di ruang perawatan intensif Graha Amerta. Ketua Fraksi PKB, Jazilul Fawaid, ayah Gus Hilman, mengonfirmasi bahwa putranya telah melewati fase kritis dan sedang dalam proses rehabilitasi.

Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa selain faktor kelelahan sopir, kondisi jalan tol yang relatif lancar pada saat kejadian tidak menjadi penyebab utama. Namun, mereka tetap menilai pentingnya penerapan jam kerja yang wajar bagi pengemudi kendaraan resmi, terutama yang mengangkut pejabat publik.

  • Lokasi kejadian: Tol Pasuruan‑Probolinggo, KM 834, Desa Posangit Lor.
  • Waktu: 15.14 WIB, 23 Mei 2026.
  • Kendaraan: Toyota Innova (N 1297 NB) dan dump truck.
  • Korban meninggal: Alex Anwaruh (25), Adinda Najwa (26).
  • Kondisi Gus Hilman: patah tulang, dirawat di RSUD dr. Soetomo.

Fraksi PKB dan tim legislatif DPR RI menyiapkan tim khusus untuk memantau proses penyelidikan serta menyiapkan rekomendasi kebijakan keselamatan transportasi bagi anggota legislatif. Mereka menekankan perlunya regulasi yang mengatur jam kerja sopir, serta peningkatan fasilitas istirahat di jalan tol.

Dengan hasil sementara olah TKP yang menunjukkan kemungkinan sopir mengantuk, masyarakat diharapkan dapat menuntut peningkatan standar keselamatan di jaringan tol nasional. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi semua pihak tentang bahaya kelelahan dalam mengemudi, terutama pada rute panjang yang melibatkan kendaraan resmi.

Kesimpulannya, tragedi yang menimpa Sosok 2 staf anggota DPR RI Gus Hilman yang tewas kecelakaan bersama rombongan di Tol Pasuruan [titlebase] menegaskan pentingnya penegakan disiplin kerja sopir, pengawasan ketat kendaraan resmi, dan peningkatan prosedur keselamatan di infrastruktur transportasi negara.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup