Lima Pasti Dalam Mengabdi Sukseskan Program Majukan Kementrian
Kunjungan Kakan Kemenag Bukittinggi dan Penguatan Visi ‘Lima Pasti’
Plat Merah – Pada 6 Juli 2026, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, DR. H. Irwan, M.Ag, didampingi jajaran staf senior, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Guguak Panjang. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari monitoring pelaksanaan tugas ASN sekaligus memperkuat implementasi program strategis Kemenag terkait pelayanan publik berbasis moderasi beragama. Kunjungan tersebut menghasilkan penekanan tajam terhadap konsep ‘Lima Pasti’ yang menjadi acuan pengabdian aparatur dalam memajukan kementerian.
Latar Belakang Penyusunan Lima Pasti
Dalam konteks transformasi birokrasi yang saat ini berlangsung di Indonesia, Kemenag menyesuaikan diri dengan perampingan struktur organisasi. Kemenag kini fokus pada dua pilar utama: pengelolaan urusan agama melalui Bimbingan Keagamaan (Bimas) dan Penyelenggaraan ibadah, serta penguatan sistem pendidikan melalui madrasah dan pesantren. Perubahan ini mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan kualitas kerja yang berdampak langsung pada masyarakat.
| Aspek | Capaian Kemenag Bukittinggi |
|---|---|
| Sertifikasi Bangunan | Semua KUA telah terakreditasi SBSN (Sertifikasi Bangunan Sehat dan Nyaman) |
| Pelatihan ASN | 200+ ASN terlatih dalam moderasi beragama dan pelayanan digital |
| Inovasi Pelayanan | Terbangunnya 15 tim penyelenggara jenazah di tingkat kelurahan |
Penjelasan Rinci Lima Pasti
DR. H. Irwan menjelaskan bahwa ‘Lima Pasti’ merupakan kerangka kerja yang dirancang untuk mengukur kinerja ASN secara holistik. Berikut penjabarannya:
- Pastikan Masuk: Tidak hanya melaporkan kehadiran, tetapi memastikan konsistensi masuk kerja sesuai SOP.
- Pastikan Bekerja: Fokus pada produktivitas, bukan sekadar kehadiran fisik di kantor.
- Pastikan Bekerjasama: Membangun kolaborasi lintas unit kerja untuk capaian bersama.
- Pastikan Kekompakan: Meningkatkan solidaritas melalui sharing keahlian dan pengalaman.
- Pastikan Inovasi: Mengembangkan solusi baru untuk meningkatkan kualitas layanan.
Kronologi Implementasi Lima Pasti
2024
Dirilisnya modul pelatihan Lima Pasti untuk seluruh KUA di Sumatera Barat
2025
Pelatihan tahap I diikuti 80% ASN Kemenag Bukittinggi
2026
Penyusunan tim penyelenggara jenazah di 15 kelurahan
Dampak bagi Masyarakat
Implementasi Lima Pasti telah berdampak signifikan pada pelayanan publik. Contohnya:
- Waktu penyelesaian pelayanan nikah berkurang hingga 40%
- Kepuasan masyarakat terhadap layanan KUA meningkat 25%
- Kerjasama lintas sektoral antara KUA dan desa mencapai 70%
Kepala KUA Guguak Panjang, Yuridarsan, menyampaikan terima kasih atas arahan yang disampaikan. Ia menegaskan komitmen seluruh ASN di wilayahnya untuk melanjutkan inovasi layanan seperti sistem penjemputan jenazah yang sudah terbukti meningkatkan aksesibilitas pelayanan keagamaan di pedalaman.
Pengembangan konsep Lima Pasti ini juga selaras dengan arahan Menteri Agama Fachrul Razi yang menekankan perlunya transformasi digital dalam layanan keagamaan. Dengan pendekatan ini, Kemenag berharap dapat menjadi contoh penerapan good governance di sektor birokrasi.
Kunjungan kerja Kakan Kemenag kali ini bukan hanya formalitas, tetapi menjadi momentum bagi pembentukan budaya kerja baru yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era modern. Dengan menggabungkan prinsip spiritualitas dan profesionalisme, Kemenag Bukittinggi berupaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik untuk Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













