Wali Kota Binjai Lepas Kontingen Kwarcab Ikuti Jambore Daerah Sumut 2026
Latar Belakang dan Signifikansi Jambore Daerah Sumut XI
Plat Merah – Jambore Daerah Sumatera Utara XI Tahun 2026 merupakan salah satu agenda rutin Kwartir Daerah (Kwarda) Sumut dalam rangka memperkuat gerakan pramuka di tingkat provinsi. Acara yang dihelat di Bumi Perkemahan Sibolangit ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan penguatan solidaritas antar-pramuka dari 33 kabupaten/kota se-Sumut. Tahun ini, Kota Binjai mengirimkan kontingen terbesar dalam sejarah dengan 160 peserta yang terdiri dari 130 pramuka putra-putri dan 30 pembina/pelatih.
Profil Kontingen Kota Binjai
Kontingen Kota Binjai terbentuk melalui seleksi ketat yang dilakukan Kwarcab Binjai sejak April 2026. Proses pemilihan mengutamakan kompetensi dasar pramuka seperti kemampuan berkemah, manajemen kelompok, serta pengamalan Dasa Dharma. Peserta terdiri dari berbagai tingkatan, mulai dari pramuka pengaruh (pemimpin regu) hingga anggota biasa. Di antara mereka, sebanyak 18 orang tercatat sebagai kontingentif berprestasi di tingkat nasional.
Jadwal Kegiatan Jambore Daerah Sumut 2026
| Tanggal | Kegiatan Utama |
|---|---|
| 8 Juli 2026 | Upacara pembukaan dan pembentukan regu |
| 9 Juli 2026 | Workshop kepemimpinan dan pertolongan pertama |
| 10 Juli 2026 | Kompetisi pramuka terbuka |
| 11 Juli 2026 | Kegiatan keagamaan dan seni budaya |
| 12 Juli 2026 | Pelaksanaan upacara penutupan |
Pesan Wali Kota Amir Hamzah
Wali Kota Binjai Amir Hamzah mengajak para peserta menjadikan jambore sebagai ajang pembelajaran karakter. Dalam sambutannya yang disiarkan live via kanal resmi Pemko Binjai, ia menekankan pentingnya menunjukkan sikap sportivitas dan mengamalkan nilai-nilai pramuka. “Kepada para pembina, saya minta selalu mengutamakan keselamatan fisik dan mental peserta, terutama dalam kegiatan luar ruang. Kepada peserta, jadikan ini sebagai wadah memperluas wawasan dan membangun jaringan persahabatan,” katanya.
Empat Pesan Utama dari Wali Kota
- Membangun disiplin diri dalam setiap aktivitas
- Meningkatkan rasa tanggung jawab sebagai warga negara
- Menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan perkemahan
- Menghormati tradisi pramuka dari daerah lain
Dampak Jangka Panjang
Pelaksanaan jambore ini diharapkan memberikan manfaat ganda. Dari sisi pendidikan, peserta akan memperoleh pengalaman praktis dalam mengelola konflik, bekerja dalam tim, dan mengambil keputusan cepat. Dari sisi sosial, acara ini menjadi momentum memperkuat rasa kebersamaan antar-komunitas pramuka di Sumut. Pemerintah Kota Binjai juga mengalokasikan anggaran khusus untuk pendidikan pramuka, yang akan meningkat 15% pada APBD 2027.
Peran Pembina dalam Suksesnya Jambore
Kepala Kwarcab Binjai, Suryadi, menjelaskan bahwa 30 pembina yang ditemani di Sibolangit memiliki peran krusial. Mereka diharapkan tidak hanya sebagai supervisor, tetapi juga mentor yang bisa menjadi contoh dalam menyelesaikan masalah. “Kami sediakan ransel khusus berisi alat pertolongan dan buku panduan pramuka yang bisa diakses peserta,” ujarnya.
Capaian dan Tantangan
Sebelumnya, kontingen Binjai telah meraih 12 medali di jambore sebelumnya (2019-2024). Namun, tantangan terbesar tahun ini adalah menghadapi peralihan generasi pembina yang terjadi di 12 dari 33 kabupaten/kota di Sumut. Meski demikian, Wali Kota Amir Hamzah optimistis kontingen Binjai bisa mempertahankan posisi 5 besar nasional.
Acara penyelesaian jambore di Sibolangit akan diakhiri dengan penganugerahan predikat “Regu Terbaik” dan “Pramuka Berprestasi”. Pemenang akan menerima sertifikat resmi dari Kwarda Sumut serta tiket mengikuti jambore tingkat nasional 2027.
Dengan persiapan yang matang dan semangat luar biasa, jambore kali ini diharapkan menjadi langkah penting dalam mencetak generasi muda Sumatera Utara yang berintegritas, berkarakter, dan berdaya saing di era global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













