KAGAMA Serahkan 26 Huntara di Desa Sekumur, Aceh Tamiang: Upaya Pemulihan Pasca Banjir
Latar Belakang Banjir di Aceh Tamiang
Plat Merah – Pada akhir Juni 2026, hujan lebat yang dipicu oleh fenomena La Niña menimbulkan curah hujan ekstrem di wilayah Aceh Tamiang. Sungai-sungai kecil meluap, menggenangi desa-desa pinggiran seperti Sekumur, Kecamatan Sekerak. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), lebih dari 1.200 jiwa terdampak, dengan 350 rumah rusak parah dan 78 rumah hancur total. Infrastruktur jalan utama terputus, sehingga distribusi bantuan menjadi tantangan logistik utama.
Program KAGAMA Peduli Bencana
Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) menanggapi krisis dengan meluncurkan program KAGAMA Peduli Bencana. Program ini berfokus pada penyediaan hunian sementara (huntara), bantuan energi terbarukan, serta pendampingan psikososial. Selama tiga bulan pertama, KAGAMA menggalang dana sebesar Rp 15 miliar dari alumni, perusahaan mitra, dan donatur individu, yang dialokasikan untuk 26 unit huntara, 50 lampu solar panel, serta paket logistik makanan dan obat.
Serah Terima Huntara: Detil Acara
Pada Minggu, 5 Juli 2026, proses serah terima 26 unit huntara dilaksanakan di balai desa Sekumur. Acara dibuka oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital sekaligus Sekretaris Jenderal PP KAGAMA, Nezar Patria, yang juga menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten. Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada alumni yang berperan aktif dalam penanggulangan bencana. Sekda Aceh, M. Nasir, yang juga merupakan Ketua KAGAMA Aceh, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat rehabilitasi pasca banjir sesuai arahan Gubernur H. Muzakir Manaf.
Data Bantuan yang Diserahkan
| Jenis Bantuan | Jumlah Unit | Keterangan |
|---|---|---|
| Huntara (rumah sementara) | 26 | Struktur bambu‑beton, dilengkapi perlengkapan dasar |
| Lampu Solar Panel | 50 | Daya 5W, cukup untuk pencahayaan rumah |
| Paket Logistik | 1.200 paket | Makanan pokok, air bersih, dan obat dasar |
Kronologi Kegiatan
- 1 Juli 2026: Tim KAGAMA tiba di Aceh Tamiang bersama perwakilan BPBA dan Dinas ESDM.
- 2 Juli 2026: Survei lokasi, identifikasi kebutuhan rumah sementara dan listrik.
- 3 Juli 2026: Pengiriman material huntara dari Surabaya ke Pelabuhan Lhokseumawe, dilanjutkan transportasi darat.
- 4 Juli 2026: Pemasangan lampu solar panel di 30 rumah prioritas.
- 5 Juli 2026: Serah terima resmi 26 huntara di Desa Sekumur.
Dampak dan Implikasi Bagi Masyarakat
Penyerahan huntara memberikan solusi tempat tinggal sementara bagi 120 jiwa, mengurangi risiko kesehatan akibat paparan cuaca ekstrim. Lampu solar panel membantu mengurangi ketergantungan pada generator diesel, menurunkan biaya operasional rumah tangga hingga 30 persen. Secara psikologis, kehadiran bantuan meningkatkan rasa aman dan memberi sinyal bahwa pemerintah dan masyarakat luas tidak melupakan daerah terdampak.
Tantangan Infrastruktur dan Upaya Pemerintah
- Akses Jalan: Jalan utama menuju Sekumur masih terputus pada 3,2 km; pemerintah mengalokasikan Rp 2,5 miliar untuk perbaikan jalan tanah.
- Kelistrikan: Sebagian besar jaringan listrik belum pulih; Dinas ESDM berencana memasang 10 kWh mini‑grid berbasis panel surya dalam 6 bulan ke depan.
- Air Bersih: Sistem pompa air rusak; BPBA bekerja sama dengan PDAM setempat untuk instalasi pompa tenaga surya.
Harapan Kedepan
Dengan landasan kerjasama antara KAGAMA, pemerintah daerah, dan lembaga penanggulangan bencana, desa Sekumur diharapkan dapat kembali menjadi komunitas yang resilien. Rencana jangka panjang mencakup pembangunan rumah permanen yang tahan banjir, pelatihan kesiapsiagaan warga, dan penguatan jaringan logistik agar respons lebih cepat pada kejadian serupa di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










