Wawako Padang Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai-Nilai Pancasila
Plat Merah – Padang – Wakil Walikota Padang Maigus Nasir kembali mengingatkan pentingnya memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kebangsaan, khususnya di tengah tantangan modernisasi dan digitalisasi. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Penguatan Nilai-Nilai Pancasila yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama DPR RI di Kota Padang, 6 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan peran generasi muda sebagai garda depan pengamal Pancasila.
Konteks Krisis Ideologi di Era Digital
Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika, penetrasi pengguna internet di Indonesia mencapai 80% pada 2025, dengan 75% di antaranya berusia di bawah 30 tahun. Angka ini memperlihatkan bahwa generasi Z dan alfa memiliki akses dominan terhadap informasi digital. Namun, di balik kemajuan teknologi, Maigus menyoroti fenomena generasi muda yang mulai terlepas dari nilai-nilai luhur bangsa: “Perubahan pola hidup membuat sebagian masyarakat, terutama pemuda, lebih mudah terpengaruh hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.”
| Prinsip Pancasila | Interpretasi Modern |
|---|---|
| Ketuhanan Yang Maha Esa | Memupuk spiritualitas melalui pendidikan karakter |
| Kemanusiaan yang Adil dan Beradab | Menghargai keragaman dan HAM di era digital |
| Persatuan Indonesia | Membangun solidaritas nasional melalui media sosial |
| Kerakyatan yang Dipimpin Hikmat | Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan |
| Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat | Mewujudkan akses setara terhadap pendidikan dan kesehatan |
Warisan Minangkabau dalam Sejarah Pancasila
Sumatera Barat memiliki sejarah kuat dalam perumusan Pancasila. Tokoh-tokoh seperti Muhammad Yamin (penyair besar yang menulis “Bhinneka Tunggal Ika” dalam naskah proklamasi) dan Mohammad Hatta (tokoh perumus dasar negara) berasal dari Minangkabau. Fakta ini menjadi modal penting dalam upaya penguatan semangat kebangsaan. “Kita harus bangga dengan warisan ini, sekaligus bertanggung jawab menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan,” tegas Maigus.
Tantangan Implementasi dalam Kehidupan Nyata
- Generasi muda lebih mudah terpengaruh konten negatif di media sosial
- Kurangnya integrasi nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan non-formal
- Perubahan pola interaksi sosial akibat digitalisasi
- Kesenjangan antara pemahaman teoretis dan praktik di lapangan
Strategi Penguatan Nilai Pancasila
Wawako Padang mengusulkan pendekatan multi-lapis, antara lain:
- Program pelatihan literasi media untuk pelajar SMA/SMK se-Kota Padang
- Kolaborasi dengan platform digital untuk kampanye #AmalkanPancasila
- Pengembangan kurikulum berbasis karakter di perguruan tinggi
- Penghargaan bagi komunitas atau individu yang aktif mempromosikan nilai Pancasila
Kronologi Kegiatan Sosialisasi
| Waktu | Kegiatan | Keterangan |
|---|---|---|
| 09.00 – 09.30 | Registrasi Peserta | Diikuti 200 peserta dari pelajar, mahasiswa, dan tokoh masyarakat |
| 09.30 – 10.30 | Keynote Speech | Materi dari Wawako Padang dan perwakilan BPIP |
| 10.30 – 12.00 | Workshop Interaktif | Membahas aplikasi nilai Pancasila di media sosial |
Dampak Strategis untuk Kota Padang
Implementasi nilai Pancasila secara konsisten dapat membawa dampak signifikan:
- Menurunkan angka perpecahan antar kelompok di masyarakat
- Meningkatkan literasi media hingga 40% dalam 3 tahun
- Membentuk 100 komunitas Pancasila di tingkat kelurahan
- Menciptakan 500 startup sosial berbasis nilai-nilai Pancasila
“Kita tidak boleh memandang Pancasila sebagai dokumen mati. Ini adalah kompas hidup yang harus terus diaktualisasi,” kata Maigus saat sesi tanya jawab. Dengan menggandeng generasi muda sebagai agen perubahan, Kota Padang berkomitmen membangun masyarakat yang rukun, tangguh, dan berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.”
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










