Hong Kong Tech Park Tender Wajibkan Jaminan Konstruksi HK$100 Juta, Target Investor Kuat
Plat Merah – Hong Kong kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan sektor teknologi. Melalui Hong Kong-Shenzhen Innovation and Technology Park (HSITP), pemerintah meluncurkan tender publik untuk empat bidang tanah yang terdiri dari dua lokasi teknologi informasi dan dua lokasi akomodasi pekerja. Yang menarik, tender ini memberlakukan aturan ketat yang berbeda dari penjualan tanah konvensional, termasuk kewajiban jaminan konstruksi sebesar HK$100 juta (setara US$12,7 juta).
Menurut dokumen tender setebal 940 halaman yang diperoleh South China Morning Post, konsorsium pemenang harus menyetor jaminan konstruksi yang didukung bank dalam bentuk on-demand bond. Jaminan ini berfungsi sebagai jaminan keuangan untuk memastikan pemenuhan kewajiban kontraktual, termasuk penyelesaian pembangunan dalam waktu 30 bulan sejak penandatanganan sewa. Batas akhir pembangunan ditetapkan pada 1 April 2030. Pemerintah tetap menjadi pemilik tanah, dan taman akan menyewakan tanah kepada konsorsium dengan jangka waktu sewa yang belum ditentukan.
Langkah ini dinilai sebagai upaya pemerintah untuk menargetkan penawar yang memiliki modal kuat, guna menghindari risiko proyek terbengkalai. Industri menilai bahwa persyaratan ini menyaring investor yang benar-benar serius dan mampu secara finansial. Total luas lantai kotor keempat bidang tanah tersebut melebihi 76.000 meter persegi. Pemenang tender bertanggung jawab atas desain, konstruksi, pembiayaan, dan pengelolaan lokasi terkait, termasuk fasilitas akomodasi.
Sementara itu, pasar properti Hong Kong juga mencatat transaksi bergengsi. Seorang pembeli asal Singapura yang terkait dengan perusahaan investasi membeli sebuah rumah bersejarah di Shek O seharga HK$562,6 juta (US$72 juta). Rumah bernama The Round House tersebut merupakan bekas kediaman keluarga John Marden, mantan ketua Wheelock & Co. Dengan luas 6.163 kaki persegi, harga transaksi mencapai sekitar HK$91.000 per kaki persegi. Menariknya, komunitas eksklusif Shek O menerapkan sistem persetujuan anggota, di mana pembeli atau penyewa baru harus mendapatkan persetujuan dari penghuni yang sudah ada, termasuk tokoh seperti Richard Li dan Pony Ma.
Di sisi lain, pasar saham Hong Kong mengalami gejolak pada saham-saham kecerdasan buatan (AI) menjelang berakhirnya masa lock-up investor utama. Saham Zhipu AI dan MiniMax turun sekitar setengah dalam dua pekan terakhir. Zhipu AI ditutup pada HK$1.097 pada Jumat lalu, turun 45% dari puncak intraday HK$1.993 pada 29 Mei. MiniMax berakhir di HK$396, turun 52,9% dari penutupan 29 Mei. Penurunan ini terjadi karena investor khawatir akan aksi jual besar-besaran setelah lock-up berakhir pada awal Juli.
Di bidang maritim, Hong Kong meluncurkan dua skema insentif baru mulai 16 Juni untuk mendorong penggunaan bahan bakar alternatif di kapal. Program berdurasi tiga tahun ini memberikan dukungan finansial bagi kapal yang menggunakan, membawa, atau mengisi bahan bakar LNG, metanol, amonia, hidrogen, dan campuran biofuel di atas B20 di Hong Kong. Skema insentif port dues memberikan rabat 25% hingga 50% dari port dues yang dibayarkan untuk kapal layak laut yang menggunakan bahan bakar alternatif. Skema lain memberikan pembayaran tahunan sebesar HK$60.000 per kapal yang terdaftar di Hong Kong dan menggunakan bahan bakar alternatif sebagai propulsi utama. Otoritas memperkirakan lebih dari 1.000 kunjungan kapal berbahan bakar alternatif akan tertarik dalam tiga tahun.
Kesimpulannya, Hong Kong terus memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi dan bisnis global melalui kebijakan yang mendukung pengembangan teknologi, properti eksklusif, dan keberlanjutan lingkungan. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Hong Kong untuk menarik investasi berkualitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










