IHSG Menguat di Tengah Gelombang IPO, Saham JECX Justru Terpukul ARB

IHSG Menguat di Tengah Gelombang IPO, Saham JECX Justru Terpukul ARB

Plat Merah – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Jumat (10/7/2026), naik tipis 0,1 persen ke level 5.918. Pergerakan ini terjadi di tengah maraknya aksi initial public offering (IPO) sepanjang pekan ini. Namun, tidak semua saham IPO menikmati tren positif; saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) justru menjadi salah satu yang terpuruk.

Saham JECX anjlok hingga menyentuh auto rejection bawah (ARB) dengan penurunan 14,16 persen ke level Rp1.425. Pelemahan ini menjadikan JECX sebagai salah satu saham dengan kinerja terburuk pada sesi pertama perdagangan. Padahal, JECX baru saja melantai di bursa dan sempat menjadi sorotan investor.

Data perdagangan menunjukkan bahwa saham JECX tercatat sebagai salah satu saham dengan nilai transaksi tertinggi, mencapai Rp233,63 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harganya tertekan, minat investor terhadap JECX masih tinggi. Namun, tekanan jual yang masif membuat harga JECX terus merosot.

Kondisi berbeda dialami oleh beberapa saham IPO lainnya. PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) berhasil menembus auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 34,57 persen ke Rp218, sementara PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) yang baru melantai hari ini juga mencatat ARA 34,12 persen ke Rp228. Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) justru ikut terpuruk dengan ARB 14,81 persen ke Rp1.495.

Secara sektoral, delapan dari sebelas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) parkir di zona hijau. Sektor industri dasar memimpin penguatan dengan kenaikan 1,09 persen. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 2,5 persen, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) tumbuh 4,71 persen, dan PT Timah Tbk (TINS) terangkat 2,17 persen.

Volume transaksi perdagangan sesi pertama mencapai 11,53 miliar saham dengan frekuensi 1,26 ribu kali. Kapitalisasi pasar tercatat Rp10.369 triliun dan total nilai transaksi Rp4,7 triliun. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp674,26 miliar di pasar reguler.

Di pasar global, bursa Asia mayoritas menguat. Nikkei Jepang naik 1,78 persen, Shanghai Composite naik 0,76 persen, dan Hang Seng juga naik 0,76 persen. Sementara itu, konflik Timur Tengah yang memanas antara AS dan Iran masih membayangi pasar global, mendorong harga minyak naik dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.

Para analis menilai bahwa aksi IPO yang marak pekan ini menjadi katalis positif bagi IHSG, meskipun terdapat tekanan dari faktor eksternal. Enam perusahaan mencatatkan saham perdana dengan total dana terhimpun sekitar Rp1,79 triliun. Sebanyak lima saham IPO mengalami ARA pada hari pertama, sementara satu perusahaan masih akan menggelar IPO pada Jumat.

Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen global, terutama perkembangan konflik di Timur Tengah dan kebijakan suku bunga The Fed. Di sisi dalam negeri, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil sebesar 5,2 persen dari ADB menjadi angin segar bagi pasar modal.

Secara keseluruhan, meskipun IHSG menguat, investor tetap perlu waspada terhadap volatilitas yang tinggi, terutama pada saham-saham IPO seperti JECX yang menunjukkan pergerakan ekstrem. Fluktuasi JECX mencerminkan risiko tinggi yang melekat pada saham baru, namun juga memberikan peluang bagi investor yang jeli.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup