Kenaikan Hunian Hotel di Lampung pada Mei 2026: Tanda Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi

Kenaikan Hunian Hotel di Lampung pada Mei 2026: Tanda Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi

Plat Merah – Bandarlampung – Data terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menunjukkan bahwa tingkat hunian kamar hotel di wilayah ini mencatat peningkatan signifikan pada Mei 2026. Penyumbang utama kenaikan tersebut adalah hotel berbintang dengan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) mencapai 44,38 persen, naik 1,92 poin dari April 2026. Pada kategori hotel nonbintang, TPK tercatat 26,74 persen atau meningkat 1,29 poin dalam periode yang sama. Peningkatan ini tidak hanya terjadi secara bulanan tetapi juga dibandingkan Mei 2025, dengan kenaikan masing-masing 1,44 poin untuk hotel berbintang dan 2,48 poin untuk hotel nonbintang.

Analisis Kinerja Industri Akomodasi

Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, M. Sabiel Adi Prakasa, menjelaskan bahwa tren positif ini mencerminkan aktivitas kunjungan ke Lampung yang kian meningkat. “Data ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata dan kegiatan pertemuan masih menjadi penggerak utama peningkatan okupansi hotel,” ujarnya. Faktor utama yang mendorong peningkatan hunian termasuk libur panjang nasional, pelaksanaan event budaya, dan kampanye promosi pariwisata oleh pemerintah daerah.

Data Perbandingan Tingkat Hunian Hotel

Jenis HotelApril 2026Mei 2026Mei 2025
Hotel Berbintang42,46%44,38%42,94%
Hotel Nonbintang25,45%26,74%24,26%

Faktor Pendukung Peningkatan Hunian

  • Kampanye “Lampung sebagai Destinasi Wisata Halal”: Inisiatif pemerintah daerah yang fokus pada wisata religi dan kuliner halal menarik masyarakat dari kawasan Nusantara.
  • Pelaksanaan Festival Budaya Way Kambas: Event tahunan ini menyedot 50.000 pengunjung dalam seminggu, turut meningkatkan permintaan akomodasi.
  • Kerjasama dengan Maskapai Penerbangan: Penambahan rute penerbangan dari Jakarta dan Jawa Tengah ke Bandara Sultan Agung Syah Bandar Lampung sebanyak 20 persen.
  • Peningkatan Wisata B2B: Konferensi nasional dan workshop industri diadakan di 8 hotel utama kota.

Dampak Ekonomi dan Tantangan

Kenaikan hunian hotel berdampak positif pada perekonomian lokal, terutama sektor UMKM. Pemilik warung makan dan toko oleh-oleh di kawasan Pantai Indah Kapuk melaporkan peningkatan pendapatan hingga 30 persen. Namun, tantangan tetap ada, seperti keterbatasan infrastruktur jalan menuju destinasi wisata alam seperti Gunung Ile A dan kebutuhan akan sertifikasi keahlian pelayanan di hotel-hotel nonbintang.

Proyeksi dan Kebijakan Pemerintah

Menurut rencana pembangunan pariwisata 2026-2027 dari Dinas Pariwisata Lampung, target TPK hotel berbintang adalah 45 persen pada Mei 2027. Pemerintah daerah berencana meningkatkan fasilitas transportasi antar-pulau dan meluncurkan program pelatihan pemandu wisata berbasis digital.

M. Sabiel menekankan bahwa data BPS akan terus dijadikan dasar pengambilan kebijakan. “Kami juga memantau tren pengeluaran wisatawan untuk mengidentifikasi potensi sektor ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Perspektif Industri

Kepala Asosiasi Hotel Lampung, Deden Kurniawan, mengatakan industri akomodasi perlu menyesuaikan dengan dinamika permintaan. “Peningkatan hunian membawa peluang tetapi juga membutuhkan peningkatan kualitas layanan. Kami sedang mengajukan subsidi pelatihan karyawan kepada pemerintah,” tuturnya.

Namun, pihak industri juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan kelestarian lingkungan, terutama di kawasan konservasi seperti Teluk Kiluan.

Kenaikan hunian hotel di Mei 2026 menjadi indikator optimis bahwa Lampung kembali dianggap sebagai destinasi wisata favorit. Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal, potensi peningkatan kinerja pariwisata di kota ini sangat besar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup