Dandim 0408 Bengkulu Selatan Pimpin Upacara Pemakaman Prajurit Meninggal Dunia, Sertu Ujang Afnizar Dikenang sebagai Babinsa Teladan
Latar Belakang dan Profil Almarhum Sertu Ujang Afnizar
Plat Merah – Almarhum Sertu Ujang Afnizar (45 tahun) merupakan prajurit aktif TNI Angkatan Darat yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Koramil 408-03 Kaur Tengah sejak tahun 2018. Sebelumnya, beliau pernah bertugas di Kodim 0413 Bengkulu Tengah dan Kodim 0409 Bengkulu Utara. Dengan pengalaman 20 tahun sebagai prajurit, almarhum dikenal sebagai sosok dedikatif yang menjaga hubungan harmonis antara TNI dengan masyarakat daerah binaannya.
Kronologi Kejadian
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 12 Juli 2026 | Sertu Ujang Afnizar meninggal dunia akibat sakit kronis di Rumah Sakit Umum Daerah Bengkulu |
| 14 Juli 2026 | Kodim 0408BS mengumumkan rencana upacara pemakaman militer |
| 16 Juli 2026 | Upacara pemakaman di TPU Desa Padang Hangat, Kecamatan Kaur Tengah |
Detil Upacara Pemakaman Militer
Upacara pemakaman militer yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Inf Angga Anugrah, SH, M.IP., dihadiri oleh lebih dari 150 personel TNI, anggota Polres Bengkulu Selatan, dan warga sekitar. Prosesi diawali dengan pembacaan Yasin, dilanjutkan dengan penghormatan militer berupa 21 tembakan ke udara, dan diakhiri dengan pemakaman sesuai tradisi adat lokal.
Analisis Implikasi
- Upacara ini menjadi momentum bagi TNI untuk memperkuat citra positif di tengah publik
- Menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada prajurit dan keluarga
- Memicu diskusi tentang perlunya peningkatan fasilitas kesehatan militer
- Membangkitkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda
Kiprah Babinsa dalam Pembangunan Daerah
| Program | Kontribusi Almarhum |
|---|---|
| Pembangunan Infrastruktur | Membantu koordinasi proyek jalan desa tahun 2023 |
| Pendidikan | Menjadi pembicara motivasi di 5 sekolah menengah |
| Kesehatan | Menginisiasi program vaksinasi massal di 12 desa |
Respon Masyarakat dan Komunitas TNI
Dandim 0408BS menyampaikan bahwa kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam di kalangan prajurit dan warga binaannya. “Sertu Ujang membuktikan bahwa TNI tidak hanya hadir saat konflik, tapi juga saat masyarakat membutuhkan bantuan sehari-hari,” ujar komandan tersebut. Warga desa menyampaikan duka melalui donasi sukarela untuk keluarga almarhum.
Tradisi Militer dan Budaya Lokal
Upacara ini menggabungkan tradisi militer nasional dengan nilai-nilai budaya lokal. Dalam prosesi, terlihat perpaduan antara penghormatan militer modern dengan tarian adat Kaur. Ini mencerminkan keberagaman dan integrasi budaya yang menjadi ciri khas Indonesia.
Di tengah alunan musik penghormatan dan doa bersama, almarhum diberi tempat terhormat di TPU Desa Padang Hangat. Sebuah monumen kecil akan dibangun nanti sebagai simbol penghormatan kepada beliau, mengingatkan generasi mendatang tentang peran penting prajurit dalam pembangunan bangsa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













